Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Limit

Written by bayuns on December 19, 2012. Posted in Informasi Umum

Limit

 

to look for more easier

     than to find

to find more easier

     than to determine

to determine more easier

     than to conclude

to conclude more easier

     than to look for

 

Bandung

08021999

18.30

(donquixote – Fapet Unpad)

 

 

***************************************************************

OTAK BELALANG

 Tiga orang guru besar bertemu dalam suatu diskusi ilmiah: Guru Besar A mengemukakan bahwa otak belalang ada di kepala.

Pembuktian dalil:

Ia menusuk-nusukkan dengan sebuah jarum halus ke bagian kepala seekor belalang sehingga syaraf hewan tersebut mengalami kerusakan. Setelah itu, diletakkannya belalang tadi di atas meja preparat, sambil berkata “hai belalang terbanglah engkau” …, dan ternyata belalang tetap diam … tanda tak mau terbang. Kemudian Guru Besar A memukul meja preparat agak kuat, sambil berucap ulang “hai belalang terbanglah engkau”. Terbuktilah bahwa otak belalang ada di kepala.

Guru besar B dan C tertegun akan penemuan Guru besar A, namun tampaknya Guru besar B masih meragukan, sedangkan Guru besar C belum memperlihatkan reaksi. Lalu Guru besar B meminta kepada Guru besar A memberikan waktu 3 bulan untuk meneliti ulang. 3 bulan kemudian mereka bertemu kembali, dan Guru besar B menyanggah dalil Guru besar A, serta mengetengahkan pendapat bahwa otak belalang ada di kedua bagian ujung kaki belalang.

Pembuktian dalil:

Guru besar B mengambil seekor belalang dan ia selanjutnya memotong kedua kaki bagian belakang hewan percobaannya. Sesudah itu, diletakkannya belalang tersebut di atas meja preparat, sambil berseru “hai belalang terbanglah engkau”. Beberapa saat dinanti sang hewan tidak kunjung terbang. Guru besar B lalu memukul meja preparat diiringi ucapan “hai belalang terbanglah engkau” … walhasil tetap sama tidak mampu. Nah jelaslah sekarang bahwa yang benar otak belalang berada di kaki bagian belakang, kendatipun otaknya tidak mengalami kerusakan. Postulat dari Guru besar A dipatahkan oleh Guru besar B.

Guru besar A dengan kebesaran jiwa menerima dalil baru yang ditemukan Guru besar B, sementara Guru besar C masih merasa belum yakin. Ia mengajukan usulan agar diberi waktu seminggu untuk menekuni kebenaran ilmiah. Seminggu kemudian mereka bertemu kembali, kesempatan terakhir Guru besar C mengeluarkan pendapat. Ia menjelaskan kelemahan penemuan Guru besar A yaitu tanpa memperhatikan kaki bagian belakang belalang. Dan kepada Guru besar B, ia menyatakan rasa kagum walaupun sesungguhnya dalil terbarunya bukanlah yang paling tepat, mengingat Guru besar B telah menyalahi kode etik yaitu memutuskan keutuhan phenotype seekor belalang. Karenanya, Guru besar C mengambil keputusan dan menyimpulkan bahwa “Sebenarnya otak belalang berada di luar otak manusia”.

Pembuktian otak:

Belalang akan menyerah kepada kemauan dan ulah tingkah laku manusia, sedang bila ia jauh dari para ahli penelitian secara leluasa iapun mengendalikan isi otaknya tanpa berkehendak mengkutak-katik otak-otak manusia itu sendiri.

Himbauan semesta:

Marilah kita tekuni dahulu kemampuan otak kita sebelum memutuskan dalil itu terlalu mudah untuk diangkat ke permukaan bumi yang semakin kompleks dalam iptek.

 

Bandung

Kabisat 1992

(donquixote – Fapet Unpad)

 

****************************************************************

ABADI – 1

apa pun tindakanmu

di alam semesta ini

tetap peduli

tanpa pilih kasih

dan kau…

hanya satu-satunya

memiliki sejarah kehidupan

yang tahu arti

jangankan perjalanan

metrik tera

sampai ke pico juga

ditemani

Karena itu lah

Sang Pencipta bersumpah

Demi Waktu!

duhai kaum kerabat

masih kah

kita terpenjara

dengan lupa diri?

Jatinangor

18122012

14.22

(donquixote Fapet Unpad)

Trackback from your site.

Leave a comment