Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Bedah Buku “Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan Pada Kuda”

Written by bayuns on November 2, 2015. Posted in Event

Bedah Buku Nov 2015.1 Bedah Buku Nov 2015.2 Bedah Buku Nov 2015.3

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Kuda merupakan salah satu hewan ternak yang mempunyai nilai tinggi bagi kehidupan manusia. Untuk mengetahui lebih jauh dari sisi reproduksi, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dalam rangka Dies Natalis ke-52 menyelenggarakan Bedah Buku “Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan Pada Kuda” bertempat di Gedung IV Amphiteater Lantai III, Senin (2/11).

Buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Soeparna Guru Besar bidang Ilmu Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran bersama Prof. Dr. R. Iis Arifiantini Guru Besar Reproduksi Kebidanan Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor menghadirkan penelaah yaitu Prof. Dr. Roostita Balia Ph.D, Drh. Hadi Putra Trihansyah Letda Kav, Ir. Bambang Suharno Pemimpin Umum/Redaksi Majalah Infovet, serta Drh. Dwi Cipto Budinuryanto MS sebagai moderator.

“Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan Pada Kuda” merupakan buku kajian berbagai pustaka. Termasuk di dalamnya hasil penelitian dan pengalaman kerja kedua penulis di laboratorium maupun di lapangan. Membahas beberapa hal tentang kuda yang berbeda dengan ternak lain secara umum diantaranya Fisiologi Reproduksi Betina, Siklus Estrus 21 hari, Koleksi dan Evaluasi Semen, serta Kisaran Normal Parameter Evaluasi Semen Kuda.

Prof. Dr. Roostita Balia dalam hasil kajiannya mengungkapkan untuk melengkapi dan melampirkan angka dan bentuk grafik hasil penelitian kedua penulis dalam buku tersebut. Sementara itu, Drh. Hadi Putra Trihansyah menyoroti pentingnya klasifikasi kuda yang dikembangkan terutama kaitannya dengan dunia militer.

“Untuk Kuda yang digunakan di Kavaleri, diutamakan yang memiliki warna hitam dan putih. Ini berkenaan dengan kegiatan militer yang dilakukan,” kata Hadi Putra.

Dari sisi jurnalistik Ir. Bambang Suharno menyarankan, supaya penulis lebih dalam lagi membahas keistimewaan hewan kuda. Dengan tujuan agar semua lapisan pembaca dapat tertarik untuk mempelajari hewan ini.

“Dalam hal komersial, harga kuda dapat mencapai milyaran. Mungkin inilah salah satu yang dapat menjadikan daya tarik bagi pembaca pada umumnya. Selain itu, ada baiknya dihindari mengenai pembahasan konsumsi daging kuda. Karena bagi pencinta berat hewan kuda, hal tersebut dapat melukai perasaan mereka,” ujarnya. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment