Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

Berkat Kotoran Sapi Mekarmukti Jadi Terang

Written by admin on August 12, 2009. Posted in Informasi Umum

Sedikitnya 96 kepala keluarga (KK) dari sekitar 480 jiwa penduduk Kampung Cihurang dan Batulawang, Desa Cijayana, Mekarmukti, Garut, kini tidak perlu lagi menderita karena gelap pada malam hari. Rumah dan perkampungan mereka telah diterangi oleh aliran listrik yang berasal dari energi kotoran sapi.

“Pasokan 3.000 watt energi listrik untuk permukiman tersebut bersumber dari biogas limbah kotoran sapi yang dipelihara masing-masing KK,” ujar Staf Ahli Bupati Garut bidang Iptek Ir. Andi Rachmat, seusai meresmikan dua kampung tersebut sebagai Kampung Energi Mandiri, di Kec. Mekarmukti, Selasa (11/8).

Akan tetapi, kapasitas energi yang terpakai sekitar 1.600 watt, setiap rumah penduduk mendapatkan pasokan energi rata-rata 20 watt. “Perkampungan tidak seperti selama ini, berkondisi gelap gulita setiap mulai menjelang malam hingga keesokan harinya karena belum tersentuh jaringan instalasi listrik. Kini, sudah bisa terang benderang,” kata Andi.

Selain untuk biogas, pemanfaatan energi dari limbah kotoran sapi juga digunakan masyarakat setempat dalam menyalakan tungku api untuk keperluan memasak.

Warga Kampung Cihurang dan Batulawang umumnya berkondisi ekonomi rendah dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi. “Warga setempat masih memerlukan bantuan stimulan ekonomi dari berbagai kalangan,” ujar Camat Mekarmukti Ganda Permana.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unpad Profesor Dr. Gandjar Kurnia mengatakan, biogas menjadi salah satu bahan bakar alternatif terbaik. “Salah satu alasannya, karena produksi bahan bakar yang dihasilkan ramah lingkungan dan tidak menimbulkan emisi,” ujarnya.

Menurut Manajer APJ PLN Garut Ir. Usman Colleng, penggunaan biogas di Mekarmukti merupakan salah satu alternatif pasokan listrik yang hemat biaya. Pasalnya, jangkauan pasokan listrik ke Ciherang saat ini sangat jauh dan memakan biaya yang tidak sedikit. “Namun dengan adanya program pemanfaatan biogas dari kotoran ternak hasil kerja sama pihak PLN Jabar-Banten dengan Universitas Padjajaran (Unpad), warga bisa menikmati juga aliran listrik,” katanya.

Sumber: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=92070

Trackback from your site.

Leave a comment