Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Bibit Ternak Butuh Nutrisi Berkualitas

Written by admin on October 13, 2010. Posted in Event

JATINANGOR, (GM)-
Agar pembibitan ternak bisa berjalan baik, diperlukan nutrisi yang berkualitas dengan cara silase, yaitu sebuah tekonologi fermentasi dengan mengawetkan bahan organik salah satunya dari limbah hijauan pertanian.

Hal tersebut disampaikan pakar bidang pembibitan ternak Dr. Ir. Dedi Rachmat Ms. dalam acara pelatihan bagi kelompok ternak dombadi Gajah Muling, Desa Cipacing, Kec. Jatinangor, Senin (11/10).

Dedi menjelaskan, dari berbagai macam cara fermentasi yang dilakukan pada limbah hijauan pertanian adalah asam laktat atau yang dikenal dengan proses ensilasi. “Proses ini menghasilkan produk silase hijauan. Seperti umumnya produk silase, maka kondisi anaerob akan menjadi kunci keberhasilan dalam mempertahankan produk dari proses kebusukan,” katanya.

Pembuatan silase ini, lanjut Deddy, adalah salah satu metode pengawetan hijauan sebagai solusi dalam menanggulangi keadaan berlimpahnya hijauan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan silase ini adalah rumput lapang dan jerami disesuaikan dengan yang tersedia di lapangan. Kemudian dicampurkan dengan molases secukupnya. Tempat yang digunakan untuk menyimpan rumput atau jerami yang telah dicampur dengan molases adalah plastik yang diikat dalam keadaan vacum agar bakteri pembusuk tidak tumbuh.

“Setelah diikat plastik disimpan dengan baik kurang lebih selama tiga minggu setelah tiga minggu silase dapat diberikan kepada ternak,” urainya.

Ia menerangkan, proses pengemasan dapat dilakukan dalam drum plastik berpelat setelah sebelumnya diproses dalam silo kolam. “Pemrosesan dalam silo kolam dianggap tetap mutlak harus dilakukan apabila ingin memproduksi silase untuk disimpan dalam jangka waktu lama dan jumlah yang besar. Satu drum bisa menampung 35 kg rumput dan cukup untuk tujuh ekor ternak. Silase ini bisa bertahan hingga 20 tahun,” paparnya.

Dengan menjadikan drum plastik sebagai kemasan, lanjut Dedi, kedap udara yang merupakan proses lanjutan dari silo kolam, maka daya susut produk dapat ditekan mendekati 0% sehingga kebusukan dapat dicegah. “Drum plastik berpelat ini berfungsi sebagai silo bergerak. Silo bergerak ini dimaksudkan sebagai alat kemas kedap udara sekaligus sebagai alat transportasi silase, sehingga produk silase dapat disimpan dan kebusukan dapat dicegah,” urai dosen Fakutas Peternakan Unpad ini.

Ditambahkan, pembibitan ternak yang baik akan bergantung pada nutrisi yang dikonsumsi hewan tersebut. “Jika pakan ternak bagus, bobot kambing pun akan meningkat dan kambing itu pun akan dalam kondisi sehat yang layak dikonsumsi masyarakat,” sebutnya.

Pembicara lain yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ir. Tidi Dhalika M.S., Ir. Atun Budiman, M.S., serta Mansur, S.Pt., M.Si.

Secara keseluruhan pelaksanaan pembuatan silase ini berjalan dengan baik dan sukses. Hal ini terlihat dari antusiasme dan rasa ingin tahu peserta yang hadir. (B.48)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20101012070002&idkolom=jatinangor

Trackback from your site.

Leave a comment