Biosecurity, Tindakan Pencegahan Dalam Penyebaran Penyakit

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Memahami pentingnya Biosecurity dalam bidang peternakan khususnya ternak unggas, dilihat dari berbagai aspek, terutama faktor kesehatan dapat mengurangi terjadinya wabah atau kematian yang tinggi. Dengan langkah dan tindakan yang efektif, maka secara ekonomis, meningkatkan keuntungan dan insentif yang diperoleh peternak karena tingkat kematian rendah serta Indeks performans (IP) yang tinggi.

Biosecurity merupakan aktivitas untuk mencegah masuknya mikroorganisme berbahaya ke suatu wilayah peternakan,” kata Dr. Paul Miller dari Strategies Against Flu Emergence Project (SAFE) mewakili United States Agency International Development (USAID) yang bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dalam kuliah umum bertema “Poultry Farm Biosecurity” di Jatinangor, Selasa (25/9).

Dr. Paul Miller menjelaskan, alasan lain yang harus diikuti oleh peternak dalam melaksanakan Biosecurity yakni mengurangi peluang kontak langsung dengan penyakit unggas antara peternak beserta lingkungan terdekat (keluarga) dalam pemeliharaan hewan ternak.

“Ada beberapa teknik dalam Biosecurity diantaranya adalah sistem pass over, penjarangan, sistem lewat, penggantian alas kaki, serta mencuci dan disinfeksi kandang. Khusus untuk sistem pass over atau sistem pengalihan, tempat memindahkan dan menerima barang berada di luar area peternakan, sehingga tidak dibutuhkan pembersihan dan disinfeksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, area peternakan yang diperbolehkan atau dianjurkan, adalah ada pagar pembatas antara wilayah peternakan dan perumahan. “Ini untuk mencegah anak-anak dan hewan peliharaan lainnya tidak masuk ke sekitar peternakan dan tetap berada di luar area peternakan. Dengan memastikan keamanan, bahwa pintu masuk dalam keadaan terkunci,” tuturnya. (BNS)