Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Dr. Ir. Rd. Hery Supratman, MS, “Penelitian Harus Berdasar Kebutuhan Masyarakat”

Written by bayuns on September 16, 2014. Posted in Pengabdian Masyarakat

Hery-dan-Sapi

[Unpad.ac.id, 16/09/2014] Dalam melakukan penelitian, dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Unpad, Dr. Ir. Rd. Hery Supratman, MS, selalu berusaha untuk membuat produk yang dapat langsung diaplikasikan. Berbagai produk pun telah dihasilkan olehnya. Ia selalu menginginkan bahwa apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi saya membidik itu tidak berdasarkan apa yang saya kehendaki, tapi apa yang diperlukan oleh pasar,” ungkap Dr. Hery saat ditemui di ruang kerjanya di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas, Non Ruminansia, dan Industri Makanan Ternak, Fapet Unpad, Senin (8/09) lalu.

Dengan demikian, Dr. Hery meyakini bahwa dalam melakukan penelitian, haruslah diarahkan pada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam bidangnya, yakni Industri Makanan Ternak, ia selalu berusaha untuk dapat secepatnya memenuhi kekurangan di lapangan. “Yang bisa mengefisienkan usaha peternak, supaya peternakan tetap berkelanjutan. Kita tetap memikirkan itu,” ujarnya.

Beberapa produk komersial yang pernah dihasilkan diantaranya adalah LI-TEST untuk mendeteksi kemurnian dedak, produk fermentasi Aspergillus oryzae untuk sapi potong yang merupakan produk hasil kolaborasi dengan Jhondri S.T (Pranata Labortorium), Mixer Horizontal (kapasitas 100-200 kg) untuk membuat premix atau mencampur imbuhan pakan agar homogen,   Vitaral-mix Lagantor sebagai sumber vitamin dan mineral untuk sapi, dan Probiotik Heryaki untuk pakan unggas dan sapi.

Selain itu, ia juga melakukan pelatihan pakan penggemukan sapi potong untuk sejumlah perusahaan, membuat simulasi pemberian pakan sapi potong berbasis online di duniasapi.com, serta turut merancang pabrik pakan UPP KPBS kapasitas 2000 ton untuk sapi perah

Dalam hal ini, sebagai akademisi sekaligus praktisi, Dr. Hery berpendapat bahwa harus ada sinergitas antara perkembangan ilmu dengan kebutuhan pasar. “Kalau ilmu tinggi tapi tidak ada yang memanfaatkannya kan sayang. tutur pria kelahiran Bandung, 23 Desember 1957 ini.

Dr. Hery juga secara khusus telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan dalam memproduksi vitamin mineral untuk pakan ternak, salah satunya adalah dengan PT. Kalbe Farma. Dalam hal ini, ia bertindak sebagai formulator yang membuat formula vitamin dan mineral untuk sapi perah dan sapi potong, untuk kemudian mereka produksi dan pasarkan.

Vitamin yang ia buat umumnya digunakan untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral dalam pakan sapi, memperbaiki ekosistem pencernaan sapi sehingga penyerapan nutrisi maksimal, sapi lebih sehat, produksi daging atau susunya pun dapat lebih banyak dan berkualitas. Sementara untuk probiotik heryaki, salah satu keunggulan probiotik yang ia buat yaitu mampu meredam bau kotoran sehingga tidak mengganggu lingkungan.

“Membuat pakan ternak tidak cukup hanya untuk bisa dimakan. Kita harus menghitung berapa banyak protein, energi, vitamin dan mineral, dan lainnya yang dibutuhkan ternak untuk mencapai performan produksi yang disukai pasar dan produsen. Bagaimana kita membantu agar pelaku bisnis semua merasa untung, ya everybody happy, ungkapnya.

Tidak hanya menghasilkan produk, Dr. Hery pun sering juga ikut mengawal konsumennya dalam menggunakan produknya. “Nah itu bedanya menggunakan produk saya dengan produk pabrikan lain, termasuk membuat formulasi pakannya juga ,” ujarnya.

Menurut Dr. Hery, ada tantangan tersendiri ketika ia menekuni bidang ini. Ia merasa semakin terlatih sekaligus terancam ketika sedang menyusun formula produk untuk diaplikasikan. Dr. Hery menyebutnya kegiatan sebagai “pembuktian uji nyali”. Ketika berhasil, tentu ada kepuasan tersendiri.

Dalam penggemukan sapi misalnya, tentu yang diperhitungkan adalah pertambahan berat badan hariannya. “Yang bagus itu pada saat dipotong, prosentase karkasnya tinggi dengan kualitas daging bagus. Prosentase yang umumnya diatas 52%, itu dikategorikan bagus,” ungkap dosen yang dikenal dekat dengan mahasiswanya ini.

Dr. Hery sendiri mulai membuat formulasi pakan ternak ini setidaknya sejak tahun 1997. Saat itu, ia yang sudah menjadi konsultan pakan ternak di sebuah perusahaan, menganggap bahwa membuat pakan dan imbuhan pakan sendiri, selain akan lebih efisien juga dapat membantu merencanakan tujuan memproduksi ternak .

Menurutnya, industri peternakan merupakan industri yang sangat menjanjikan. Banyak lapangan pekerjaan bahkan peluang wirausaha muncul disini. “Mahasiswa peternakan itu semestinya tidak usah berpikir mencari pekerjaan. Sebenarnya berwirausaha itu sangat memungkinkan. Di bidang peternakan, dari ujung kepala ternak, mulai tanduknya, hingga kotorannya saja bisa menjadi rupiah. Tinggal kita siapnya dimana,” tutur penyuka sepeda onthel ini.

Dengan demikian, Dr. Hery berharap akan ada perbaikan kurikulum termasuk paradigma berpikir, bahwa lulusan peternakan dipersiapkan untuk berwirausaha, bukan sebagai beban tenaga kerja terdidik. “Idealnya di universitas ada percontohan tempat kandang, ada juga produk atau pemikiran unggulan yang benar benar unggul.” tutupnya. *

Sumber: http://www.unpad.ac.id/profil/dr-ir-rd-hery-supratman-ms-penelitian-harus-berdasar-kebutuhan-masyarakat/

Trackback from your site.

Leave a comment