Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Inovasi Biogas Limbah Peternakan

Written by admin on May 23, 2008. Posted in Informasi Umum

ADOPSI INOVASI TEKNO-SOSIO-EKONOMI

BIOGAS LIMBAH PETERNAKAN

Menanggulangi Persoalan Energi Melalui Pengembangan

Peternakan Ramah Lingkungan

PENDAHULUAN

Kelangkaan bahan bakar minyak disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, pada bulan November 2006 harga minyak mencapai 72 U$/barel, bahkan pada akhir April 2008 mencapai 119 U$/barel. Kenaikan harga BBM ini menjadi masalah nasional yang berpengaruh terhadap melonjaknya jumlah subsidi untuk BBM. Melihat kondisi ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau masyarakat untuk melakukan penghematan di segala sisi termasuk penggunaan BBM, listrik, air dan telepon.

Keharusan untuk melakukan proses penghematan adalah karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sementara permintaan menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat dan demikian pula dengan kondisi harga sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk melakukan penghematan BBM adalah dengan mencari sumber energi alternative yang dapat diperbarui (renewable), salah satunya adalah biogas hasil bioproses limbah peternakan.

Mengatasi permasalahan di atas, Fakultas Peternakan UNPAD mengeluarkan dan mengimplementasikan program pengembangan dan pemanfaatan biogas peternakan (Livestock Bioenergi Conversion Program=LIBEC). Program ini memadukan konsep pembangunan peternakan ramah lingkungan dan rekayasa sosial (social engineering) untuk membangun kemandirian masyarakat. Program ini merupakan salah satu wujud implementasi visi Fakultas Peternakan UNPAD, “Menjadi Fakultas yang mempunyai komitmen terhadap keunggulan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan yang ramah lingkungan”, dan diluncurkan sebagai bentuk kontribusi nyata Fakultas Peternakan UNPAD untuk Indonesia.

TUJUAN

  1. Mewujudkan peternakan ramah lingkungan
  2. Memanfaatkan limbah peternakan menjadi biogas untuk kepentingan masyarakat dalam menanggulangi persoalan BBM dan energi listrik

SASARAN

  1. Masyarakat peternak sapi perah , sapi potong, kerbau, kuda, domba dan kambing
  2. Masyarakat non peternak di daerah pedesaan dan perkotaan

STRATEGI PELAKSANAAN PROGRAM

Memicu dan memacu kemandirian masyarakat untuk memanfaatkan limbah peternakan menjadi biogas melalui pendampingan tekno-sosio-ekonomi

SISTEM PENDANAAN DAN REPLIKASI

Pendanaan dibagi ke dalam dua tahap, yaitu: (a) inisiasi/awal, dan (b) penguatan untuk replikasi. Dana kegiatan inisiasi/awal dapat berasal dari swadaya masyarakat, lembaga/instansi, perusahaan, dan individu yang melakukan kerjasama dengan Fakultas Peternakan UNPAD untuk menjalankan program LiBEC. Dana inisiasi sifatnya bukan hibah, tetapi menjadi aset kelompok.

Program LiBEC disertai dengan pengembangan Model Lembaga Keuangan Mikro Usaha Peternakan (LKM-UP) dan pola perguliran. Introduksi LKM-UP ke dalam masing-masing kelompok peserta program bertujuan untuk : (a) membangun kemandirian masyarakat di dalam mengoptimalkan potensi finansial anggota, dan (b) mengelola uang perguliran untuk tujuan replikasi.

Pada tahap implementasi, pengelolaan dana perguliran sepenuhnya dilakukan oleh LKM-UP dengan pendampingan dan kontrol dari penyelenggara program LiBEC Fakultas Peternakan UNPAD. Akselerasi replikasi sangat tergantung dari kemampuan masyarakat peserta program, namun demikian akselerasinya dapat dipercepat melalui rekayasa sosial dalam menumbuh kembangkan kemandirian masyarakat.

PRODUKSI BIOGAS

KESETARAAN 1 m3 biogas:

Elpiji : 0,46 kg

Minyak Tanah : 0,62 liter

Bensin : 0,80 liter

Kayu bakar : 3,5 kg

PRODUKSI

Pengalaman : dalam kondisi normal 2 ekor sapi perah menghasilkan 4,14 m3/hari, setara dengan 1,90 kg elpiji atau minyak tanah 2,56 liter.

PENGHEMATAN BBM (Kasus Desa Mandiri Energi)

Penghematan untuk satu Desa Mandiri Energi di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kab. Sumedang sebesar Rp. 117.000.000 per bulan atau dalam setahun mencapai sekitar Rp 1,4 milyar dengan asumsi:

  1. Pemakaian minyak tanah per KK/hari rata-rata sekitar 2 liter
  2. Harga minyak tanah di lokasi adalah Rp 3000/liter
  3. Reaktor biogas terpasang 650 unit

ALTERNATIF KERJASAMA

Kerjasama ini terbuka bagi seluruh lembaga atau instansi, kelompok masyarakat/perorangan yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Kegiatan-kegiatan yang dikerjasamakan antara lain:

  1. Penelitian dan Pengembangan Biogas Peternakan
  2. Rekayasa Sosial – Finansial, dan kelembagaan finansial
  3. Implementasi Inisiasi Pemanfaatan Biogas Peternakan
  4. Implementasi Replikasi Pemanfaatan Biogas
  5. Pengembangan Desa/Wilayah Peternakan Ramah Lingkungan yang Mandiri/Hemat Energi
  6. Pemanfaatan Biogas untuk menggantikan Minyak Tanah di Daerah Perkotaan

INFORMASI

LiBEC

Livestock Bioenergy Conversion Program

Fakultas Peternakan UNPAD

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

Jl. Raya Bandung – Sumedang km 21 Jatinangor Sumedang

Telp. (022) 7798241, Fax (022) 7798212

Contact Person:

Sondi Kuswaryan : 08156054134

Cecep Firmansyah : 08156143144

Sri Rahayu : 08122048191

Andre Daud : 08122031885

Trackback from your site.

Leave a comment