Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

Inovasi dan Teknologi, Langkah Menuju Kedaulatan Pangan

Written by bayuns on November 7, 2012. Posted in Event

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Sub sektor peternakan mempunyai nilai jual yang luar biasa. Namun hal tersebut, belum mampu diupayakan secara maksimal, karena masih tergantung pada impor. Dengan melakukan inovasi serta rasa cinta terhadap produk dan penelitian dalam negeri, diharapkan melahirkan rumusan kebijakan untuk pengembangan lebih lanjut di bidang peternakan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor IV Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Roni Kastaman, dihadapan peserta Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan 4 dengan tema “Inovasi Agribisnis Peternakan Untuk Ketahanan Pangan” di Gedung Aula Fakultas Peternakan Jatinangor, Rabu (07/11).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA, dalam sambutannya mewakili Menteri Pertanian Republik Indonesia menyatakan, untuk menciptakan ketahanan pangan, diperlukan inovasi yang erat dalam teknologi. “Teknologi dan bioteknologi, harus terkait dengan masyarakat, lingkungan sekitar dan berbagai pihak yang berkepentingan,” kata Syukur Iwantoro

Ia menjelaskan, inovasi agribisnis memerlukan koordinasi dan sinergi. “Hal ini tercermin dari undang-undang pangan yang baru, tentang kedaulatan atau kemandirian pangan. Kedaulatan pangan lebih dinamis, karena melibatkan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pangan, terjadi perubahan pola konsumsi. “Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat, memicu berbagai inovasi produk pangan hingga pemasarannya,” kata Prof. drh. Roostita L. Balia, M. App.Sc., Ph.D yang tampil sebagai pembicara dengan moderator Dr. Rochadi Tawaf bertema “Mengawal Mutu Pangan Indonesia”.

Menurut Roostita L. Balia, perlu standar mutu pangan beserta program pengawasan yang ketat, terpadu, dan berkelanjutan. “Standarisasi mutu itu bertujuan untuk memberi perlindungan terhadap konsumen. Sehingga perlu dibangun kesadaran, untuk membangun mutu pangan bersama,” tuturnya. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment