Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

Jawa Barat Memerlukan Industri Pembibitan Ternak Domba Terpadu

Written by admin on April 27, 2011. Posted in Event

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Di Indonesia khususnya Jawa Barat komoditas ternak domba utamanya domba garut merupakan tumpuan ekonomi masyarakat, meskipun usaha yang dilakukan bersifat tradisional dan relatif kecil. Untuk itulah diperlukan industri pembibitan ternak domba terpadu yang dapat diandalkan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ir. Koesmayadi TP Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat di hadapan para peserta dan tamu undangan Roundtable Discussion “Konservasi dan Pengembangan Sumberdaya Genetik Domba Garut” yang berlangsung di Jatinagor, Rabu (27/4) kerjasama antara Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat dan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

“Lebih dari 50 persen ternak domba di Jawa Barat berperan sebagai tabungan dan sumber usaha,” kata Koesmayadi.

Koesmayadi mengungkapkan bahwa populasi ternak domba garut sebesar 590 ribu atau 9 persen dari total populasi ternak domba. Tentunya harus dikombinasikan berbagai kelebihan yang terdapat pada domba garut dan ternak domba biasa.

“Semua potensi ini belum termanfaatkan dengan baik di kalangan peternak. Hal tersebut ditandai oleh permintaan pasar yang tidak didukung oleh supply yang memadai,” ungkapnya.

Selain itu ia menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh para peternak seperti menurunnya mutu ternak domba akibat in breeding serta penyakit parasit darah, tata niaga pemasaran yang tidak jelas, dan kurangnya manajemen pemeliharaan yang baik.

Acara sesi pertama yang dimoderatori oleh Dr. Rachmat Setiadi menghadirkan para pembicara lainnya seperti Dr. Denie Heriyadi (Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran) dan Dr. M. Yamin (Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor) membahas kebijakan pengembangan, karakteristik dan deskripsi, sistem produksi dan pengembangan ternak domba. Sesi kedua diantaranya adalah Ir. Bambang Setiadi, MS (Puslitbang Peternakan) serta Ir. Yudi Guntara Noor (HPDKI Jawa Barat) dengan moderator Drh. Dwi Cipto Budinuryanto, MS (Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran).

Dr. Denie Heriyadi menyatakan bahwa domba garut selain mempunyai potensi ekonomi yang baik, harus dilindungi sebagai kekayaan genetik ternak bangsa Indonesia.

“Domba garut merupakan domba asli Jawa Barat  berasal dari wilayah Kabupaten Garut seperti Cibuluh, Cikandang, Cikeris, Cikajang, dan Wanaraja,” kata Denie

Ia menambahkan bahwa sejak awal abad 18 khususnya dari Kecamatan Cikajang dan Wanaraja Domba Garut ini telah menjadi kebanggaan masyarakat sekitar.

“Perlindungan kekayaan genetik domba garut masih dalam proses pengajuan SNI 7532:2009 dan ICS: 65.020.30,” jelasnya

Pada kesempatan yang sama Dr. M. Yamin menyampaikan bahwa pemeliharaan ternak domba yang efektif dan efisien diperlukan sarana, proses produksi, pelestarian dan pengawasan terangkum dalam penerapan Good Farming Practice (GFP). Dijelaskan pula agar manajemen reproduksi meliputi optimalisasi potensi frekuensi beranak serta pemberian pakan berkualitas.

Sementara itu Dr. Iwan Setiawan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran mengatakan bahwa dengan terselenggaranya acara ini diharapkan bisa memberikan sebuah rumusan bagi semua pihak agar mudah diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.pada umumnya.

“Untuk mendukung hal tersebut, pusat informasi domba garut atau sistem informasi domba garut akan launching tanggal 4 November 2011. Semoga dapat memberikan sumbangsih terhadap kemajuan di bidang peternakan,” paparnya. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment