Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Kedaulatan Pangan, Manifestasi Kebebasan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Written by bayuns on November 18, 2014. Posted in Pengabdian Masyarakat

Semnas 6 Fapet Unpad.1 Semnas 6 Fapet Unpad.3 Semnas 6 Fapet Unpad.2

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Kedaulatan pangan, merupakan hal utama untuk diwujudkan. Dengan meraih kedaulatan pangan merupakan manifestasi kebebasan, yang nantinya mampu menghasilkan aneka produk pangan.

“Tercapainya kedaulatan pangan, memberikan manfaat seoptimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat. Tentu hal tesebut dapat direalisasikan dengan dukungan kebijakan negara bagi bidang pertanian, khususnya sub sektor peternakan,” kata Prof. Dr. Ir. Husmy Yurmiati MS, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran saat membuka Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-6 dengan tema “Pengembangan Peternakan Berbasis Sumberdaya Lokal Menuju Kedaulatan Pangan” di Gedung Aula, Selasa (18/11).

Ia mengharapkan, dengan terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional, dapat memberikan kontribusi dan sebagai wahana masukkan bagi berbagai stakeholder. Terutama, butir-butir usulan untuk kemajuan tanah air dan menyumbangkan penguatan di negeri ini.

Sejalan dengan Dekan Fakultas Peternakan Unpad, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr. Benny Rachman MS menyatakan, sektor pertanian mampu menjadi katup pengaman dan berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu lembaga yang dipimpinnya, melakukan revitalisasi diantaranya masalah lahan, perbenihan, infrastruktur, SDM, pembiayaan petani, kelembagaan petani serta teknologi hulu dan hilir.

“Langkah tersebut dilakukan, untuk mendorong minat investasi pertanian serta meningkatkan plasma nutfah nasional,” ungkapnya.

Terkait kebijakan impor, Dr. Nyak Ilham Kepala Puslit Ekonomi Pertanian Republik Indonesia berpendapat, hal tersebut masih perlu dilakukan. Untuk menjaga keseimbangan ternak lokal, impor dilakukan secara terkendali. Dengan tujuan melindungi ternak lokal. “Upaya ini harus diimbangi dengan penguasaan teknologi, yaitu mendorong kapasitas produksi, kemudian menurunkan biaya produksi, dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Kepala Puslit Ekonomi Pertanian RI, Drs Ade M Zulkarnaen dari Himpunan Peternakan Unggas Lokal Indonesia menegaskan, sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan sumber genetik asli Indonesia seperti unggas. “Mengapa harus unggas lokal? Karena selain sumber ternak Indonesia, mampu menghemat devisa karena tidak perlu impor bibit. Sejak tahun 2007, berdasarkan deklarasi Interlaken yang digagas oleh FAO, dilakukan gerakan aksi global untuk memberikan prioritas melawan erosi keragaman genetik ternak dan memanfaatkan sumber daya genetik ternak secara berkelanjutan,” tuturnya.

Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-6, turut menghadirkan Ir. Nusantara Nasution yang mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian RI, kemudian Dr. Ir. Muhamad Hasan Hadiana MS yang membahas masalah “Pengembangan Usaha Peternakan Berbasis Sumberdaya Lokal”, serta moderator Dr. Ir. H. Rochadi Tawaf MS staf pengajar dan peneliti Fakultas Peternakan Unpad. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment