Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

Ketahanan Pangan Merupakan Masalah Serius di Indonesia

Written by admin on September 28, 2011. Posted in Event

[Unpad.ac.id, 27/09/2011] Ketahanan pangan di Indonesia saat ini menjadi masalah serius. Ada banyak faktor, misalnya karena konversi lahan pertanian yang tinggi dan tingkat pertumbuhan penduduk yang hampir tidak terkendali. Bukan hanya itu, kondisi saat ini juga diperparah karena ketidakpastian iklim. Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya? Memang tidak mudah, karena kesulitan Indonesia ada pada Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga teknologinya.

“Teknologi jadi bagian penting dalam pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan. Tapi jangan pandang teknologi sebagai yang utama, teknologi hanya tools atau alat. Tapi bagaimana kita dapat membantu para petani kita dapat meningkatkan kualitas produk-produk mereka,” kata Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Dr. Ir. Bayu Krisnamurti, MSc saat menjadi keynote speaker acara International Conference on Sustainable Agricultur and Food Security : Challenges and Oppurtinity, di Grha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Selasa (27/09).

Bayu sebelumnya telah menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara besar yang tergabung dalam keanggotaan G20 atau Kelompok 20 ekonomi utama. Sustainable agriculture and food security memang menjadi agenda utama kelompok ini. Bahkan negara-negara yang tergabung sangat berkontribusi dalam menyuplai pangan di dunia (world food supply).

“Jadi pada kesempatan kali ini merupakan momen yang tepat, yang strategis dalam membahas permasalahan yang terjadi di Indonesia. Dibandingkan dengan kondisi di negara lainnya,” jelas Bayu.

Seminar internasional berlangsung selama dua hari, pada 27-28 September 2011. Gelaran ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Pekan Imilah Unpad Dies Natalis ke-54 Unpad. Ditemui di sela-sela acara, Prof. Dr. Benny Joy selaku Chairman of the Steering Committe menyampaikan bahwa ada sekira 350 partisipan yang terdiri dari 26 negara. Mereka adalah para peneliti, dosen, mahasiswa, lembaga pemerintah, dan non organisasi pemerintah. Lalu, ada sebanyak 120 papers for oral presentasion dan 150 poster presentation.

Senada dengan yang disampaikan Wakil Menteri, Bayu Krisnamurti, Benny Joy mengungkapkan bahwa masalah yang terjadi di Indonesia memang pada sumber daya manusia dan teknologi.

“Masalah kita bukan semata-mata akan ketersediaan teknologi, tapi juga sumber daya manusia. Sikap petani sangat berpengaruh dalam hal ini. Disini kita sharing pengalaman dari negara-negara lain,” kata Prof. Benny.

Seminar Internasional ini, kata Prof. Benny diorganisir oleh empat fakultas yang ada di lingkungan Universitas Padjadjaran, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Pada kegiatan ini akan hadir beberapa nara sumber  ternama dari berbagai negara, di antaranya dari Australia, Jerman, Jepang, Korea, Malaysia, Serbia, Singapura, dan Indonesia.

Pada sesi pertama, tampil Dr. Jack Bobo dari USA yang menyampaikan materi mengenai Policies to Address The Impact of Climate Change on Agriculture and Food Security. Ada pula Prof. Dr. Paul S. Teng dari Singapura yang menjelaskan Biotechnology to Ensure Food Security, dan Prof. Dr. Carmenita Tjahjadi dari Indonesia yang menjelaskan materi mengenai Diversification of Food Products to Support Food Security.

“Semoga pertemuan ilmiah ini dapat menambah networking atau jaringan antar atau sesama peneliti, pengajar (dosen), mahasiswa, dan lainnya untuk dapat bekerjasama lebih lanjut, terutama dalam kegiatan-kegiatan penelitian,” tutup Prof. Benny. *

Sumber: http://www.unpad.ac.id/archives/46767

Trackback from your site.

Leave a comment