Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Kuliah dan Peluang Usaha Hewan Kurban

Written by admin on November 12, 2010. Posted in Event

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Mendekati hari raya Idul Adha, permintaan hewan kurban terutama sapi dan domba dari tahun ke tahun semakin meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk itu sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Padjadjaran yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa CBC (Cattle and Buffalo Club) serta PG30 (Paguyuban 30/Kelompok Profesi Ternak Domba) menyediakan hewan kurban bagi masyarakat umum.

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya di Farm Stay Jumat (12/11), Ketua CBC Arif Rahman Hakim mahasiswa Fapet Unpad angkatan 2007 menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kegiatan diadakannya hewan kurban ini  adalah ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan di tingkat mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar berwirausaha dengan pengalaman nyata di lapangan,” kata Arif.

Selain itu menurutnya masyarakat harus mengetahui cara memilih hewan kurban yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan secara jelas dari sisi kesehatan. Harus diperhatikan, hewan ternak khususnya sapi yang benar-benar sehat terlihat dari mata yang cerah dan tidak berair. Tidak ada cacat seperti buta.

“Hewan kurban yang di perjual belikan harus memiliki surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh dinas terkait,” ungkap Arif

Dengan demikian para pembeli tidak perlu merasa khawatir, hewan kurban ini terlindungi kesehatannya dari penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).  Kalaupun ada hewan kurban sapi yang sakit biasanya diakibatkan karena kecelakaan seperti terpeleset, jatuh, atau kakinya pincang. Apabila ditemukan kasus seperti itu, hewan kurban tidak akan dijual kepada konsumen.

Ia menambahkan pembelian yang dilakukan adalah dengan cara mengukur bobot hidup (timbang hidup) bukan ditaksir. Berat sapi ditimbang bobot badannya, kemudian dikalikan harga per kilo. Hal tersebut dilakukan dengan maksud agar proses penjualan diketahui secara transparan oleh pembeli. Diharapkan para konsumen pun puas karena mengetahui hewan kurban yang dibelinya layak baik dari sisi kesehatan maupun syariat agama. Penjualan hewan kurban pada tahun 2009 telah habis terjual 100 ekor sapi, untuk tahun ini disediakan 115 ekor. Terjadi peningkatan sebesar 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Koordinator Marketing PG30 atau Kelompok Profesi Ternak Domba yang diwakili Rusman (2009) mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan jual beli hewan kurban ini dapat digunakan sebagai pembelajaran antara materi kuliah yang diperolehnya selama ini untuk diaplikasikan langsung di lapangan

“Kami belajar penggemukan domba dari awal sampai akhir, cara memasarkan domba dan berwirausaha secara langsung,” ujar Rusman.

Rusman menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi yaitu kandang perlu diperbaiki karena kurangnya peremajaan.

“Harapan kami, pihak Fakultas dapat memberikan bantuan secara langsung dalam bentuk fasilitas untuk memperbaiki kandang,” kata Rusman

Hewan kurban domba yang tersedia saat ini diperkirakan sekitar 37 ekor, yang berasal dari Cimanggung. Sementara para pembeli yang datang biasanya berasal dari wilayah Bandung, Garut, Rancaekek, Cileunyi serta Jatinangor (BNS).

Trackback from your site.

Leave a comment