Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Labudda Amirrajaban, “IPK Tertinggi Merupakan Tanggung Jawab yang Besar”

Written by admin on May 27, 2010. Posted in Informasi Umum

[Unpad.ac.id, 26/05] Bagi Labudda Amirrajaban Satya Paramecwari, mendapat predikat sebagai lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Namun di lain sisi, wisudawan asal Fakultas Peternakan (Fapet) Unpad angkatan 2006 ini, menyandang gelar sarjana dengan  IPK 3,92 juga merupakan sebuah tanggungjawab yang besar.

“Saya merasa lega dan pastinya juga bangga, namun dengan IPK segini saya merasa mempunyai beban besar untuk mempertanggungjawabkan prestasi ini,” ujar Labudda, saat ditemui usai pelaksanaan Wisuda Lulusan Gelombang III Tahun Akademik 2009/2010 Sesi IV, di Aula Jenderal Soedirman Secapa TNI AD, Hegarmanah, Bandung, Rabu (26/05).

Mojang yang akrab disapa Abud ini juga mengatakan bahwa prestasi dengan IPK tertinggi ini dipersembahkan buat kedua orang tuanya terutama untuk ibu. “Ketika disebut sebagai pemegang IPK tertinggi yang terlintas dipikiran saya adalah ibu saya, ditambah lagi tadi di dalam saya mempersembahkan bunga untuk orang tua saya,” tuturnya.

Menjadi sarjana dengan predikat IPK tertinggi, tidak membuat puas mojang kelahiran Bandung 21 tahun lalu ini untuk terus mengenyam pendidikan. “Saya ingin meneruskan pendidikan ke S-2, dan cita-cita saya ingin meneruskan program studi Nutrisi Ternak di Australia,” tambahnya.

Prestasi yang diraih Abud ini didapatkan karena ketekunan dan keseriusan dalam belajar. “Intinya harus tekun belajar dalam mempelajari sesuatu, selain rajin juga kita harus serius,” pesan  mojang penggemar film Korea ini.

Putri pertama dari tiga bersaudara ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya menyelesaikan studi dengan prestasi yang membanggakan. “Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada orang tua, adik-adik, dosen-dosen, serta teman-teman penelitian saya, dan juga semua pihak yang susah kalau disebut satu persatu” ucapnya.

Sementara itu kedua orang tua Abud, Helty Ariaty dan Moeridno mengaku bangga atas prestasi yang diraih putri sulunggnya itu. “Saya terharu, bangga, bersyukur pada Yang Maha Kuasa atas prestasi yang diraih putri kami. Semoga bisa menjadi motivasi bagi adik-adiknya,” tutur kedua orng tuanya.

Dimata seorang ibunda, Abud merupakan anak yang telaten dan juga rajin. “Dia itu orangnya telaten dan juga rajin, malam-malam saya perhatikan masih belum tidur untuk belajar dan mengerjakan tugas. Namun dari sisi kepribadian, dia itu anak yang manja, kolokan, dan masih suka tergantung pada ibunya,” jelas ibunya sambil tertawa. (eh)*

Sumber: http://www.unpad.ac.id/archives/25635

Trackback from your site.

Leave a comment