Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Liputan Workshop Nasional (1): Jangan Biarkan Peternak Kita Berjuang Sendiri

Written by admin on May 19, 2010. Posted in Event

[peternakan.unpad.ac.id, 19/05/2010] Upaya peningkatan produktivitas melalui peningkatan mutu genetik sangatlah penting.  Ini erat kaitannya dengan masalah peningkatan produktivitas sapi perah. Hal tersebut disampaikan oleh Drh. Herliantien, MP Kepala BBIB Singosari,  saat menyampaikan paparannya sebagai pembahas dalam acara Workshop Nasional yang dimoderatori oleh Dr. Ir. Rahmat Setiadi, MS dengan tema “Peningkatan Produktivitas Sapi Perah: Tinjauan Genetik dan Penyakit yang diselenggarakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran  (19/05). Workshop Nasional berlangsung di Aula Fakultas Peternakan Unpad yang bekerjasama dengan GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia), JICA, DPN (Dewan Persusuan Nasional), PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat.

“Feeding, Breeding, dan Management harus dijalankan dengan perhatian yang sama besar sehingga produktivitas sapi perah meningkat. Oleh karena itu para peternak jangan dibiarkan berjuang sendiri, harus didampingi tenaga ahli atau konsultan,” ungkap Drh. Herliantien,MP

Sementara itu Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA yang mewakili Rektor Unpad dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan bahwa kerugian secara ekonomis yang ditimbulkan oleh genetik dan penyakit harus ditemukan upaya dan solusinya.

“Rumusan yang dihasilkan dari Workshop Nasional ini akan disampaikan kepada pemerintah, sebagai bentuk solusi dan kepedulian dari berbagai pihak yang terkait, khususnya dalam rangka peningkatan produktivitas sapi perah” ujar Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA

Lebih jauh dijelaskan oleh Direktur Budidaya Ternak Ruminansia Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Republik Indonesia Ir. Fauzi Luthan bahwa tantangan dan kendala yang dihadapi saat ini adalah penyediaan bibit ternak, terbatasnya lahan hijauan, perubahan iklim dan isu lingkungan. Dengan kendala tersebut pasokan susu yang dapat terpenuhi hanya 25-30 persen dari jumlah kebutuhan nasional.

Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Ir. Sri Bandiati K.P menekankan bahwa pentingnya untuk melakukan manajemen pencatatan produksi (data recording), yang pada tujuannya memudahkan evaluasi bagi perkembangan dan peningkatan produktivitas ternak khususnya sapi perah. Ditambahkannya pula bahwa Bioteknologi Reproduksi Inseminasi Buatan (IB) dan Transfer Embrio (TE) merupakan suatu cara yang menghasilkan alternatif produksi dan tumbuh kembangnya populasi hewan ternak

Praktisi peternakan Agus Supriyanto, SPt dari KPBS Pangalengan mengatakan bahwa masalah yang ditemui di lapangan adalah skala kepemilikan yang rendah berkisar rata-rata 2-3 ekor.

“Mendidik peternak lebih maju, menambah populasi ternak, mempersiapkan replacement stock, serta meningkatkan produktivitas. Untuk mengimplementasikan hal tersebut maka dibentuk Breeding & Learning Center,” kata Agus Supriyanto.  (/bayu)***

Trackback from your site.

Leave a comment