Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional

Written by bayuns on November 29, 2016. Posted in Event

homann-1 homann-2 homann-3

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Merunut kegiatan pada bulan Juni 2016, para rektor perguruan tinggi berkumpul membahas mengenai mandat pendidikan profesi Insinyur Indonesia. “Kita mempunyai Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI), mulai membuat suatu rancangan dengan mempelajari Undang-Undang No. 11 Tahun 2012. Kemudian dirumuskan dan dituangkan ke dalam naskah bidang peternakan,” kata Sekjen FPPTPI Prof. Dr. Sc.agr. Ir. Suyadi, MS dalam sambutannya mengawali Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional, yang berlangsung di Grand Ballroom Savoy Homann, Selasa (29/11/2016).

Ia menjelaskan, dulu dikenal Insinyur Pertanian, kemudian juga ada Insinyur Peternakan dan Perikanan yang menjadi pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Namun sejak tahun 1992-1993, gelar Insinyur tidak ada lagi. Yang ada adalah sesuai dengan gelar kesarjanaanya yaitu peternakan gelarnya S.Pt

“Sarjana Peternakan mulai saat itu kiprahnya di PII berkurang. Sementara regenerasinya sudah tidak menyandang gelar Insinyur lagi,” tuturnya.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ir. Husmy Yurmiati MS mengatakan kegiatan Lokakarya Sertifikasi Insinyur Profesional  merupakan kerjasama antara Fakultas Peternakan Unpad beserta FPPTPI, juga PII dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Perguruan Tinggi yang hadir yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, Universitas Cenderawasih.

Sementara itu, Ir. Rudianto Handojo IPM membahas mengenai Profesionalisme Insinyur dan Kode Etik Profesi. “Berdasarkan Undang-Undang No.11 Tahun 2014 merupakan dasar hukum bagi profesi Insinyur, sekaligus menegaskan peran dan iklim keinsinyuran untuk kepentingan profesi, masyarakat dan negara,” terangnya.

Menurutnya anggota PII sampai dengan bulan Desember 2015 berjumlah 23.450 orang. Sebagian besar terdiri dari Insinyur Sipil, Mesin, Elektro dan Kimia jumlahnya mencapai 19.338 atau 82.46 persen. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment