Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Mimbar Ilmiah Fakultas Peternakan Unpad

Written by bayuns on September 23, 2016. Posted in Pengabdian Masyarakat

mimbar-ilmiah-3 mimbar-ilmiah

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Melakukan penelitian di perguruan tinggi membutuhkan kesabaran. Dimulai dari tahapan riset, paten hingga komersial produk memerlukan proses yang sangat panjang. Selain penelitian, staf pengajar atau dosen juga mengajar serta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk perwujudan dari Tridharma perguruan tinggi.

Demikian disampaikan oleh Dr. Ir. Iwan Setiawan DEA sebagai pembicara dalam kegiatan mimbar ilmiah, Riset Akademik dan Industri yang Berorientasi Hilirisasi Produk di Bidang Peternakan dalam rangka Dies Natalis Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran ke-53 yang berlangsung di Ampitheater Gedung IV Lantai III, Kamis (22/9).

“Untuk masalah pendanaan pun harus mencari sendiri, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak mudah. Tapi apa pun itu, apabila berkomitmen maka kita mencoba mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dengan strategi perancangan,” kata Iwan Setiawan.

Ia menambahkan, sebuah riset sifatnya harus berkelanjutan serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. “Yang paling penting, harapan itu selalu kita bangun. Sehingga kita selalu punya energi untuk melakukan penelitian,” ujarnya.

Sejalan dengan pembicara pertama, Fitri Fegatella Ph.D Kepala Riset Charoen Pokphand Indonesia  menjelaskan dalam paparannya yang bertema “Challenges and Opportunities in Poultry Research” bahwa tantangan itu adalah kesempatan.

“Secara garis besar ada dua hal yang dilakukan dalam riset. Pertama, mengapa melakukan riset di bidang industri. Kedua, melakukan pendekatan bagaimana sebuah problem, layak diangkat menjadi sebuah riset atau projek,” ungkap Fitri Fegatella.

Menurutnya, sebuah permasalahan harus segera diselesaikan. Untuk bidang industri poultry terbagi dalam lima segmen diantaranya genetic line, feed, house management, disease management, environment.

“Contohnya genetic line, apa yang kita mau? Kita ingin ayam yang lebih bagus efisiensinya. Yang menghasilkan telur lebih banyak. Kemudian kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang berubah. Maka industri melakukan riset yang secara komersial memiliki daya tawar,” paparnya. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment