Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

Pelatihan Pembuatan Pakan Ciamis

Written by admin on May 25, 2009. Posted in Informasi Umum

Disampaikan pada acara “Magang Pengolah Pakan”
Di KUB Karya Mandiri Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis, 5-6 Mei 2009

Produktivitas ternak tidak terlepas dari tiga aspek pokok, yaitu breeding, feeding and manajement. Salah satu aspek (feeding) dan masih menjadi kendala sampai saat ini adalah penyediaan bahan pakan lokal yang berkualitas. Adapun bahan pakan yang biasa digunakan oleh industri pakan masih bergantung pada impor, dengan alasan kualitas dan kontinuitas. Bahan pakan yang sampai saat ini masih di impor adalah tepung ikan, bungkil kedele dan sebagian jagung sehingga harga ransum terus melonjak. Dampak permasalahan ini menyebabkan para peternak sulit untuk melakukan kegiatan usaha/bisnis dibidang peternakan.

Guna mengatasi kendala dan permasalahan tersebut adalah melalui penyediaan bahan pakan lokal yang berkualitas, ekonomis, dan aman untuk dikonsumsi oleh ternak. Salah satunya adalah melalui pemanfaatan bahan/material yang bersifat non-pangan melalui teknologi pengolahan menjadi bahan pakan, kemudian diformulasikan menjadi ransum guna memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Material non-pangan yang dapat dimanfaatkan adalah: limbah pertanian (jerami jagung, tongkol jagung, kulit singkong, kulit pisang, dll), limbah agro industri (ampas tahu, onggok, bungkil kelapa, ampas kelapa, dll), limbah industri perikanan, limbah rumah potong hewan (bulu ayam, darah dll), limbah pasar (sayuran) dan sebagainya. Umumnya material tersebut memiliki kualitas yang rendah (kandungan protein rendah, serat kasar tinggi, kadar air tinggi, dan terdapatnya zat anti nutrisi). Oleh karenanya material-material tersebut perlu dikelola dan diolah untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan dalam memenuhi gizi ternak.

Pengelolaan dan atau pengolahan dapat dilakukan secara fisik-mekanis, kimiawi, maupun secara mikro biologis, maupun gabungannya. Pengolahan secara fisik-mekanis dapat dilakukan melalui pengeringan (dengan sinar matahari/ oven) dan penggilingan, serta pengolahan dengan temperatur dan tekanan tinggi (steam). Pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air, dan penggilingan bertujuan untuk memperkecil ukuran partikel (memperluas permukaan), adapun steam bertujuan untuk merenggangkan ikatan fisika dari material yang bersangkutan. Pengolahan secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan zat kimia melalui perlakuan asam dan atau basa. Zat kimia yang dapat digunakan berupa asam asetat atau asam propionat. Pengolahan secara mikrobiologis dapat dilakukan dengan teknologi fermentasi melalui jasa mikroba (biokonversi).

Sumber: Dr. Abun, Staf Pengajar Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

Trackback from your site.

Leave a comment