Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Peneliti Harus Dapat Hidup dari Kreativitasnya

Written by admin on December 2, 2011. Posted in Event

[Unpad.ac.id, 1/12/2011] Seorang peneliti harus dapat hidup dari hasil kreativitasnya.  Sayangnya banyak hasil penelitian yang “terjebak”dalam kertas kerja saja, tanpa ada aplikasi yang lebih luas di masyarakat. Hal ini disebabkan antara lain kurangnya komunikasi antara peneliti selaku inventor dengan masyarakat khususnya pelaku bisnis sebagai pengguna.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, Unit Pelayanan Teknis Hak Kekayaan Intelektual (UPT HKI) Unpad menyelenggarakan acara Dialog dan Komersialisasi Hak Kekayaan Intelektual Civitas Akademika Universitas Padjadjaran dengan mengundang beberapa inventor Unpad dan kalangan perusahaan. Acara dialog yang digelar di Executive Lounge Gedung 2 lantai 2 Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 bandung, Kamis (1/12).

Kali ini, UPT HKI Unpad menghadirkan Dr. Iwan Setiawan, Ir., DEA. (Fakultas Peternakan), Dien Fachri Iqbal, S.Psi., Psych. (Fakultas Psikologi), Dra. Emma Surachman, M.Si., Apt. (Fakultas Farmasi), Prof. Dr. M. Nurhalim Shahib, dr (Fakultas Kedokteran), Bambang Nurhadi, STP., M.Sc. (Fakultas Teknologi & Industri Pertanian), dan Mahani, Spm., M. Si (Fakultas Teknologi & Industri Pertanian) yang akan memaparkan hasil temuannya. Selain para peneliti diatas, hadir pula perwakilan berbagai perusahaan dan praktisi usaha di masyarakat serta dari kalangan pemerintah.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpad, Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti saat membuka acara mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik acara tersebut. Ia mengatakan bahwa Unpad sebetulnya memiliki banyak penelitian, karena mulai dari mahasiswa baik S-1, S-2 maupun S-3, hingga dosen, pasti melakukan penelitian, walaupun berbeda-beda kadarnya.

“Universitas sudah seharusnya beralih pada riset-riset yang dilakukan para civitasnya untuk mendapatkan pemasukan. Bila mahasiswa S-1 baru belajar melakukan penelitian, maka mahasiswa S-2 dan S-3 seharusnya sudah dapat menghasilkan penelitian atau temuan baru,” ujarnya. Dengan adanya pertemuan tersebut, ia juga berharap para pelaku industri dapat tertarik mengembangkan hasil penelitian para peneliti Unpad tersebut.

Menanggapi pertemuan tersebut, Ketua Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Jabar, drh. Gowinda Sibit, yang hadir dari kalangan praktisi usaha mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan para peneliti bila ingin hasil penelitiannya dikomersialisasikan. Hal tersebut antara lain adalah, perlunya peneliti memaparkan efektivitas dan efisiensi hasil temuannya, return on investment, waktu hidup (life time), orientasi pasar termasuk perlunya melakukan survei pasar.

“Peneliti itu berpikir mencari peluang, kalau pengusaha, tidak cuma peluang, tapi juga ancamannya. Jadi perlu diperhatikan pula kelemahannya. Misalnya, bila hasil penelitiannya bagus tetapi bahannya susah didapat dalam jumlah besar, nanti pengusaha akan kesulitan melakukan mass production, dan itu kadang-kadang kurang diperhatikan peneliti,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dari sisi kelengkapan administrasi juga perlu diperhatikan para peneliti. Walaupun baru diproduksi dalam skala kecil, misalnya untuk keperluan di lingkungan terdekatnya saja, seorang peneliti sebagai produsen awal, harus memperhatikan hal-hal administritatif. Contohnya saja, selain mengurus paten, sebaiknya peneliti juga mendaftarkan produk temuannya ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan mendaftarkan merek produknya tersebut bila yakin merek itu akan bernilai jual kelak, sebelum digunakan oleh pihak lain.

Dari acara tersebut, Ketua Pelaksana acara, Dr. Evie Ariadne Shinta Dewi, M.Pd., mengharapkan para peneliti dan pelaku usaha dapat saling berbagi informasi. “Kalangan industri dapat mengetahui apa yang dihasilkan peneliti di kampus dan peneliti juga dapat mengetahui keinginan pengusaha selaku user, dan invensi-invensi apa yang dibutuhkan masyarakat termasuk dunia industri sebagai acuan untuk riset-riset mendatang,” jelasnya.

Laporan oleh: Marlia

Sumber: http://www.unpad.ac.id/?p=49465

Trackback from your site.

Leave a comment