Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Penjajakan Kerjasama BEM Fakultas Peternakan Unpad dengan Cantho University Vietnam

Written by bayuns on June 5, 2014. Posted in Event

dokumentasi kegiatan

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Kabinet Inovasi 2014 memiliki banyak agenda yang sudah direncanakan sejak awal pembentukan kepengurusan, Januari lalu. Kabinet yang terdiri dari 3 biro dan 10 kementerian memiliki tanggung jawab sebagai mediator mahasiswa dalam berkarya dan mengembangkan diri. Salah satunya adalah Kementerian Hubungan Kerjasama Internasional yang pada 13 Mei 2014 mencoba untuk menjajaki kerjasama baru dengan salah satu Universitas di Vietnam.

Dua orang mahasiswa, Afghan Arif Arandi dan Irvan Prasetya, berangkat ke Ho Chi Minh, Vietnam untuk merealisasikan mimpi BEM Fapet Unpad. Kedua mahasiswa ini menghabiskan waktu selama 5 hari. Dua hari pertama, Afghan dan Irvan mengikuti program internship bersama salah satu perusahaan pengolahan susu, Frishian Flag.

Negara bagian Ho Chi Minh memiliki suhu yang terbilang panas, sekitar 28 – 330C. Kelebihan dari negara ini adalah dapat mengembangkan peternakan sapi perah dalam kondisi yang melawan teori perkuliahan. Dengan kondisi peternakan yang sangat mirip dengan Indonesia, mereka berhasil mendapatkan rata-rata 17 liter susu per hari dari setiap sapi laktasi dengan TPC (Total Plate Count / jumlah bakteri per ml susu) hanya sebesar 350.000 cfu/ml.

Peternakan sapi perah di Vietnam, antara industri dan peternak rakyat bekerja sama dengan sangat harmonis. Standar internasional seperti HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) sudah mencapai level peternak rakyat, sehingga dalam perawatan sapi dan pemerahan susu sangat diatur kebersihan dan pembentukan barrier yang dapat menjaga kualitas dan kuantitas susu. Bahkan ISO sebagai standar pelayanan pun akan segera dimasukan agar peternak dapat bersaing secara global dalam menghadapi AEC (Asean Economic Community) 2015.

Dalam kurs rupiah, susu dari peternak di Ho Chi Minh dihargai Rp. 7.000,- per liter. Indonesia baru bisa memberikan harga Rp. 3.500 – 5.000,- per liter karena kualitas tetap menjadi perhitungan utama. Negara kita memang membutuhkan dorongan yang lebih kuat agar peternak dapat berdaya saing. Selain itu juga kepentingan-kepentingan pribadi dalam bisnis maupun politik harus segera dikesampingkan untuk menjaga keindahan hubungan masyarakat.

Sesampainya di Can Tho, kami menunggu kehadiran perwakilan CTU yang berjanji untuk menjemput kami. Prof. Nguyen Trong Ngu dari bagian hubungan kerjasama datang dengan menggunakan sepeda motor yang kemudian berjalan ke dalam hotel dan menyapa kami. Kemudian kami berbincang-bincang untuk penjajakan kerjasama baru antara Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan Collage of Agriculture & Applied Biology Can Tho University yang didalamnya terdapat program studi ilmu peternakan.

Perasaan terkejut dari Profesor keluar ketika mendengar kami bukanlah seorang perwakilan fakultas ataupun industri, melainkan 2 orang mahasiswa yang mencoba membuktikan bahwa kami pun bisa. “Very Active Students!”, beliau berkata. Setelah perbincangan, bukan hanya kunjungan CTU yang kami dapat, bahkan Profesor Ngu menawarkan kami untuk farm stay selama beberapa hari di peternakan rakyat agar dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana rasanya beternak di Vietnam.

Menurut kami, kerjasama ini harus membuahkan hasil agar mahasiswa dapat saling bertukar pikiran, melihat kondisi lapangan yang berbeda, dan juga tentunya hubungan bilateral yang memang pasti diperlukan oleh setiap negara. Apalagi melihat kondisi Vietnam yang sama-sama merupakan negara tropis, bagi kami yang bergerak di bidang agriculture, tentu hal ini sangat berpengaruh dalam kelangsungan usaha peternakan/pertanian.

Menteri Koordinator Sosial Politik BEM Fapet Unpad 2014

Irvan Prasetya

Menteri Hubungan Kerjasama Internasional BEM Fapet Unpad 2014

Afghan Arif Arandi

Trackback from your site.

Leave a comment