Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Peran dan Partisipasi Alumni Dalam Pengembangan Fakultas Peternakan Unpad

Written by bayuns on October 30, 2017. Posted in Event

  

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Saresehan Ikatan Alumni (IKA) Fapet Unpad yang bertempat di Gedung Aula Lantai III, Sabtu (28/10).

Alumni IKA Fapet Unpad yang hadir terdiri berbagai bidang diantaranya adalah praktisi peternakan, birokrat dan BUMN, media, akademisi, serta keuangan. Mewakili praktisi peternakan yakni Ogie M. Tanubrata dari angkatan 1979 yang bekerja di PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) serta Budi Wahyu Setiadi angkatan 1989 dari PT. Javatec  Food Technology.

Kemudian mewakili unsur birokrat dan BUMN yang hadir yaitu Abdullah Fathul Alim angkatan 1981 dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta bidang media Sjamsirul Alam angkatan 1968 yang bekerja di majalah Infovet.

Selanjutnya akademisi Osfar Sofjan angkatan 1980 sekaligus Dosen Universitas Brawijaya, Listiari Hendraningsih angkatan 1983 mengajar di Universitas Muhammadiyah Malang dan Sepyan Uhyandi angkatan 1984 bekerja di bidang keuangan yakni Bank Rakyat Indonesia.

Turut hadir, Dekan Fakultas Peternakan Unpad Prof. Dr. Ir. Husmy Yurmiati MS, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Inovasi dan Kerja sama Indrawati Yudha Asmara, S.Pt., M.Si., Ph.D serta Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sistem Informasi Tata Kelola dan Sumber Daya Dr. Ir. Unang Yunasaf, M.Si

Para narasumber tersebut membahas masalah penguatan institusi.”Seperti yang terjadi masalah limbah di perusahaan tempat saya bekerja. Memerlukan konsultan yang dapat mengatasi masalah tersebut. Namun konsultan yang dimaksud adalah yang sifatnya kelembagaan bukan individu,” kata Ogie M. Tanubrata.

Sementara Budi Wahyu Setiadi mengemukakan pentingnya teknologi pengolahan hasil peternakan. Menurutnya, supaya tidak terjadi gap antara lulusan peternakan dan dunia industri diperlukan upaya pengenalan materi baru dalam kurikulum yang diajarkan, sehingga mampu meningkatkan daya saing lulusan. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment