Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Peternakan Indonesia, Harus Lolos Dari Jebakan Impor Pangan

Written by bayuns on September 26, 2012. Posted in Pengabdian Masyarakat

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Momentum Bulan Bakti Peternakan merupakan saat yang tepat bagi seluruh stakeholder, untuk menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dengan melakukan evaluasi secara cermat. Hal ini terkait dengan peternakan di Indonesia yang masih tergantung pada impor.

“Peternakan Indonesia, dihantui bayang-bayang impor yang sangat besar dengan total diperkirakan mencapai 23 trilyun dalam dua tahun terakhir,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA mewakili Menteri Pertanian pada acara Hari Lahir Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2012 bertema, “Dengan Semangat Reformasi Birokrasi, Kita Wujudkan Swasembada Daging Sapi-Kerbau 2014 dan Penyediaan Pangan Hewani Yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (Asuh)” di Lapangan Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) Universitas Padjadjaran Jatinangor, Rabu (26/9).

Syukur Iwantoro menyatakan, kondisi ini jelas merupakan tantangan bagi segenap insan peternakan. Berbagai pendekatan persuasif dilakukan pemerintah antara lain penyelamatan betina produktif untuk mencapai swasembada daging 2014. “Kenyataan yang terjadi di lapangan menunjukkan, setiap tahun 200.000 ribu ekor sapi dan kerbau produktif dipotong. Diperlukan restrukturisasi industri, menjadikan ayam lokal sebagai salah satu pilihan utama protein hewani,” tuturnya.

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ganjar Kurnia berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan hewani, kegiatan pendidikan dan penelitian yang dihasilkan mampu dan bisa terstruktur dengan lembaga yang terkait. “Dengan demikian, pendidikan menghasilkan sumber daya yang baik, penelitian melahirkan inovasi, serta dalam hal pengabdian masyarakat, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tentunya dalam memenuhi swasembada daging yang dicanangkan pemerintah,” kata Ganjar Kurnia.

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daerah Propinsi Jawa Barat, Ir. Wawan Ridwan, MMA menyatakan, peternakan akan menjadi sub sektor strategis dan inti bisnis. “Faktor yang mendukung hal tersebut yakni kondisi agroekosistem dan kultur masyarakat Jawa Barat yang agraris, serta laju pertumbuhan penduduk. Selain itu langkah nyata kebijakan yang diambil oleh pemerintah, adalah mengurangi impor!” kata Wawan Ridwan.

Pada kesempatan yang sama, digelar acara dialog interaktif dengan moderator Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA menampilkan narasumber Ketua Komisi IV DPR RI Drs. Ibnu Multhazam, Dr. drh. Sofyan Sudrajat,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jawa Barat, Ir. Wawan Ridwan, MMA yang membahas berbagai pertanyaan dari peserta yang hadir.

Dalam dialog tersebut terungkap berbagai kendala dan masalah seperti penyediaan bibit ternak untuk wilayah Indonesia timur, masalah perijinan, serta program pemerintah yang melibatkan alumni sarjana peternakan. Selanjutnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ketua Komisi IV DPR RI dan perwakilan dari unsur yang terkait, meninjau pameran peternakan yang terdiri dari berbagai perusahaan, instansi, dan kelompok peternak. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment