Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Polymerase Chain Reaction, Alat Rekayasa Genetik

Written by admin on April 8, 2009. Posted in Pengabdian Masyarakat

Polymerase Chain Reaction atau yang disingkat dengan PCR merupakan alat yang berfungsi untuk mengetahui genetika (gen), kelainan metabolik, penyakit bawaan, hingga mendeteksi penyebaran virus.

Teknik PCR yang pertama kali ditemukan oleh Karl B. Mullis pada tahun 1985 menjadi populer di kalangan ilmuwan yakni dengan pengembangan DNA yang dapat disintesiskan secara cepat.

Karl B. Mullis lahir di Carolina Utara Amerika Serikat 28 Desember 1944 tinggal di areal peternakan. Anak dari pasangan Cecil Bank Mullis dan Bernice Alberta Barker menamatkan sarjana kimia di Georgia Tech dan melanjutkan studi doktoralnya pada Universitas Carolina.

Metode Mullis sederhana, tetapi sangat efektif. Langkah pertama dilakukan dengan memanaskan sampel DNA berserat ganda pada temperatur mendekati titik didih untuk mendapatkan dua helai DNA berserat tunggal. Kemudian menambahkan dua rangkaian pendek DNA yang terikat pada ujung komplementer masing-masing helaian.

Selanjutnya adalah menambahkan nukleotida bebas dan enzim polimerase (suatu protein yang dapat mempercepat sebuah reaksi kimia), dan kemudian bergabung dengan nukleotida target. Singkatnya, teknik PCR memungkinkan kerja polimerase-DNA dapat diarahkan untuk sintesis wilayah DNA tertentu. Berikutnya dengan mudah membuat salinan dari rangkaian DNA yang diinginkan dengan melakukan proses tersebut berulang-ulang. Proses ini memungkinkan para peneliti untuk membuat berjuta-juta salinan DNA hanya dalam waktu beberapa jam.

Dengan memahami hal tersebut para ilmuwan berharap dapat mengetahui penyebab penyakit atau kelainan genetika dan bagaimana cara mengatasinya.

Di bidang pendidikan, Fakultas Peternakan Unpad dalam rangka meningkatkan mutu layanan akademiknya kepada mahasiswa telah memiliki alat (PCR) ini. Menurut teknisi Laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Unpad Kikin Winangun, sumber sampel yang diteliti dapat berupa darah dan materi lainnya.

“Sampel yang digunakan dilakukan beberapa kali pengulangan melalui PCR untuk mencapai rantai polimer. Disesuaikan dengan kebutuhan” kata Kikin. Teorinya jika reaksi pelipatgandaan seratus persen, dalam putaran ke-30 siklus rantai PCR dapat menghasilkan sebanyak kurang lebih satu milyar molekul DNA target. Reaksi ini sangat detail sehingga dapat mendeteksi kontaminasi virus dalam sampel yang diteliti.

Pada sektor peternakan khususnya hewan ternak, Fakultas Peternakan Unpad menggunakan teknik PCR dengan tujuan menghasilkan hewan-hewan ternak dengan kualitas yang baik. Dengan terjaganya bibit unggul dari hewan ternak, diharapkan dapat menghasilkan turunan hewan ternak yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.***(dari berbagai sumber)

Trackback from your site.

Leave a comment