Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Potensi Maksimal Jawa Barat 30 Persen Dalam Penuhi Konsumsi Daging Sapi

Written by bayuns on November 13, 2015. Posted in Pengabdian Masyarakat

Workshop Fapet 2015.1 Workshop Fapet 2015.2 Workshop Fapet 2015.3

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Penduduk provinsi Jawa Barat yang berjumlah sekitar 45 juta jiwa, merupakan potensi pasar berbagai komoditi. Salah satunya adalah komoditi sapi potong. “Kami akan melakukan program apa saja. Kalau dihitung permintaan, 400 ribu ekor per tahun. Artinya masih mendatangkan dari luar provinsi sebanyak 70 persen. Dipasok diantaranya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Madura termasuk impor,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, Ir. Dody Firman Nugraha saat menjadi narasumber pada Workshop yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan di Bale Rucita, Kamis (12/11).

Workshop yang bertema “Pengembangan Potensi Wilayah Perbibitan Sapi Potong Di Jawa Barat”, selain Dody Firman Nugraha sebagai pembicara juga menghadirkan Ir. Dadan Supriyadi dari Dinas Kehutanan Jawa Barat, Ir. Hany Yuhani Kabid Penelitian dan Pengembangan BP3 IPTEK, Ir. Ria Kusumaningrum Direktur Berdikari Persero, Ir. Deiwan Rahwanandi PPSKI, serta Ir. Sondi Kuswaryan MS dosen Fapet Unpad.

Dody menjelaskan, kouta tersebut belum mampu terpenuhi. Sedikit saja terjadi gejolak maka mempengaruhi harga secara nasional. “Yang menjadi pertanyaan adalah siapa sebenarnya yang paling banyak mengkonsumsi daging sapi? Jawabannya yakni konsumsi makanan olahan seperti nugget, sosis terutama baso,” ungkapnya.

“Melihat situasi dan kondisi yang ada, saya bersyukur masih ada peternak yang melakukan budi daya. Oleh karena itu harus kita dukung, khususnya dengan dukungan empat pilar yaitu akademisi, pengusaha, pemerintah dan komunitas atau asosiasi,” ujar Dody.

Masalah lokasi atau wilayah untuk mengembangkan sektor peternakan sapi potong, Ir. Dadan Supriyadi mengatakan luas kawasan hutan di Jawa Barat mencapai 816.603 ha. Kawasan hutan tersebut meliputi hutan konservasi 132.180 ha, hutan lindung 291.306 ha, hutan produksi terbatas 190.152 ha dan hutan produksi tetap seluas 202.965 ha.

“Ini merupakan potensi hutan sebagai penyedia pakan, karena pada dasarnya hutan mampu menyediakan pakan hijauan ternak. Tinggal bagaimana manajemen pengelolaannya dalam mengatur tata kelola pakan,” tutur Dadan.

Terkait penerapan teknologi yang digunakan dalam perbibitan sapi potong di Jawa Barat, akan dikembangkan Agrotechnopark berbasis peternakan. Dimana didalamnya teknologi yang digunakan meliputi reproduksi, genetika, pakan, dan keswan. Teknologi melibatkan LIPI, UNPAD dan IPB. Dimana genetika dilakukan oleh Unpad, sementara pakan dilaksanakan IPB.

“Untuk pakan, penerapan teknologi pengolahan dalam bentuk wafer. Dengan wafer pakan memiliki kelebihan yaitu meningkatkan palabilitas ternak, memudahkan dalam penanganan, memberi nilai tambah karena memanfaatkan limbah sayuran, serta menggunakan teknologi sederhana dengan proses pengempaan dan pemanasan,” ujar Ir. Hany Yuhani. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment