Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Potensi Peternakan Belum Tergarap Optimal

Written by admin on December 6, 2010. Posted in Event

Laporan oleh: Malikkul Shaleh

[Unpad.ac.id, 6/12] Potensi dalam bidang peternakan dewasa ini cenderung belum optimal termanfaatkan, baik oleh masyarakat umum maupun lulusan sarjana di bidang peternakan. Padahal mereka sangat dibutuhkan untuk bisa mengelola dan memanfaatkan potensi besar tersebut. Walaupun peternakan belum menjadi prioritas di Indonesia, namun melalui usaha-usaha sektor riil bukan tidak mungkin peternakan bisa menjadi pilar utama ekonomi mengingat kebutuhan yang besar konsumen dari sektor ini.

“Kebutuhan masyarakat terhadap produk ternak sangatlah besar. Hal ini harus dipandang sebagai sebuah potensi untuk kita bisa berkembang. Perkembangan ini haruslah didukung oleh ahlinya, yaitu para sarjana-sarjana peternakan,” ujar Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS, dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Unpad di sela seminar tentang dunia pekerjaan di sektor peternakan pada acara Job Education Fair “Pengembangan Ternak Lokal Swasembada Daging 2014” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet Unpad di Gedung Rektorat lt. 4, kampus Unpad, Jl. Dipati Ukur no. 35, Bandung, Sabtu (4/12).

Acara seminar ini merupakan salah satu acara dari serangkaian kegiatan “Fapet Fair” yang diadakan sejak 27 November. Didahului dengan acara lomba fotografi dengan tema “Kurban dan Ternak Swasembada Daging” dan lomba melukis dengan tema lukisan “Ternak Metropolitan” yang diikuti oleh peserta dari SMA se-Bandung, Cimahi dan Sumedang, serta dibuka untuk umum.

Ketua pelaksana kegiatan ini,  Sugeng utomo mengatakan bahwa terdapat juga acara talk show, donor darah dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung dan aksi gizi sampai dengan akhir pelaksanaan kegiatan sore nanti. Talk show akan membicarakan tentang pengembangan tenak lokal yang akan memperdengarkan pendapat dari perspektif pemerintah, akademisi dan pelaku usaha. Sedangkan kegiatan aksi gizi dilakukan dengan membagikan produk ternak berupa pembagian susu gratis.

“Ini upaya kami untuk memberi informasi dan peluang kepada semua masyarakat khususnya para sarjana peternakan tentang potensi disektor peternakan. Masih banyak ternak yang belum dikembangkan. Semoga dengan kegiatan ini bisa membuka pengetahuan kita semua,” tutur Sugeng.

Senada dengan Sugeng, pada pemaparan materi seminarnya, Rochadi menjelaskan bahwa terjadinya krisis multidemensional baik krisis ekonomi dan finansial, melemahnya sektor riil, pengaruh globalisasi, dan krisis energi menyebabkan kita harus bisa mencermati potensi terkait dengan lapangan kerja yang masih punya peluang baik.

Di dunia peternakan, Rochadi meyakinkan bahwa masih banyak peluang tersebut. Agribisnis peternakan masih menyimpan keuntungan yang potensial dan bekerja berbagai instansi pemerintah atau non-pemerintah bukanlah alternatif yang buruk untuk pengembangan karier.

“Dalam agribisnis peternakan ada tahap pra produksi, budidaya, pasca produksi, dan pendukung. Semua tahap itu akan menjadi bagian para ahli peternakan seperti kita. Kalau di pemerintahan, kita bisa berkementrian lingkup perternakan dan pertanian, riset dan teknologi serta penelitian dan pengembangan,” jelasnya. (eh)*

Sumber: http://www.unpad.ac.id/archives/37679

Trackback from your site.

Leave a comment