Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Presentasi Pengajuan Kenaikan Pangkat Guru Besar dan Plagiasi Karya Ilmiah

Written by admin on March 26, 2012. Posted in Event

presentasi fapet1  presentasi fapet2

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran mengadakan presentasi pengajuan kenaikan pangkat guru besar dan plagiasi karya ilmiah yang diselenggarakan di Amphiteater Gedung IV Lantai 3, Rabu (21/03).

Dalam paparannya Guru Besar Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ir. Soeparna, MS menyatakan bahwa dalam kaitannya dengan publikasi karya ilmiah harus diperhatikan unsur kelengkapan dan kualitas penerbit. “Menentukan unsur kualitas penerbit dapat dilihat melalui apakah penerbit tersebut mempunyai reputasi baik nasional atau internasional? Kemudian mempunyai ISSN atau ISBN, serta terdaftar sebagai anggota IKAPI dan sebagainya,” kata Prof. Dr. Soeparna.

Ia menjelaskan, sering ditemukan kelemahan dalam hal penulisan ilmiah, yakni tidak memenuhi kaidah penulisan ilmiah, serta tidak ada kebaruan menyangkut penelitian yang dilakukan. “Karya ilmiah yang dijumpai banyak yang tidak jelas, baik itu yang menyangkut hasil penelitian maupun hasil pemikiran,” ungkapnya.

Menurutnya, media penerbitan pun banyak yang tidak memenuhi persyaratan terakreditasi baik itu jurnal nasional atau internasional, sehingga menciptakan ruang untuk plagiasi. Sejalan dengan Prof. Dr. Soeparna, Wina Erwina mengemukakan berdasarkan thesaurus bahasa plagiarisme merupakan jiplakan. Disampaikannya, tipe plagiarism ada berbagai macam bentuk yaitu plagiarisme ide (plagiarism of ideas), plagiarisme kata demi kata (word for word plagiarism), plagiarisme atas sumber (plagiarism of source), plagiarisme kepengarangan (plagiarism of authorship), dan self plagiarism.

“Plagiarisme dalam karya tulis adalah kejahatan akademik, untuk itu diperlukan upaya pencegahan yang bisa diwujudkan salah satunya dalam bentuk sanksi. Misalnya, mahasiswa yang terbukti melakukan plagiasi maka salah satu bentuk sanksi yang dapat dilakukan adalah mencabut titel kesarjanaannya. Juga bagi dosen apabila terbukti melakukan plagiasi dapat dilakukan sanksi seperti penurunan dan pencabutan hak, atau pemberhentian tidak hormat,” tutur Wina Erwina. (BNS).

Trackback from your site.

Leave a comment