Program Studi Sarjana

  1. Profil Lulusan

Profil dan Kompetensi Sarjana Peternakan mulai tahun 2014 dirumuskan berdasarkan pada Kepmendiknas No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, Kesepakatan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia tahun 2009 mengenai Profil dan Kompetensi Sarjana Peternakan, Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/ KKNI/IQF dan UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Profil lulusan Program Studi  Sarjana (S1) Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan adalah sarjana yang memiliki profil sebagai (1) Knowledgeable and Skillful Worker (Pegawai Berpengetahuan dan Terampil), (2) Manager, dan (3) Entrepreneur. Berikut kompetensi yang harus dicapai untuk Lulusan Program Sarjana (S1):

  • Knowledgeable and skillfull worker :
    • Menguasai  ipteks dan keterampilan dasar peternakan ramah lingkungan.
    • Mampu menerapkan ipteks dasar peternakan ramah lingkungan.
    • Mampu menganalisis, menginterpretasikan dan   mengkomunikasikan hasil  penelitian secara oral dan  verbal.
    • Mampu memecahkan permasalahan di bidangnya.
    • Mampu memanfaatkan dan menggunakan TIK(Teknologi Informasi dan Komunikasi).
    • Mampu mengikuti perkembangan Ipteks.
    • Mampu bekerjasama dalam tim dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.
  • Manager :
    • Mampu menerapkan prinsip dasar manajemen.
    • Mampu menerapkan prinsip dasar kepemimpinan.
    • Mampu berkomunikasi secara efektif.
  • Enterpreneur :
    • Memiliki kemampuan  memotivasi, berkreasi dan berinovasi.
    • Mampu menerapkan kaidah entrepreneurship.

2. Capaian Pembelajaran

Mengacu pada Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/KKNI menjelaskan bahwa capaian pembelajaran sarjana berada pada level 6, yaitu :

SIKAP:

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;

menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika;

berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;

berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;

menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;

bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;

taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;

menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;

menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan; dan

memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.

PENGUASAAN PENGETAHUAN:

konsep teoretis teknologi budidaya, genetika, pemuliaan, reproduksi, nutrisi dan pakan, dan kesehatan ternak;

konsep teoretis pengorganisasian sistim produksi ternak berkelanjutan;

konsep teoretis secara umum teknologi pengolahan dan kewirausahaan hasil peternakan;

prinsip-prinsip ilmu lingkungan, sosial, ekonomi, dan manajemen serta teknologi pengolahan hasil peternakan; dan

beberapa metode saintifik (eksperimental, kuantitatif dan kualitatif).

KETERAMPILAN KHUSUS:

mampu merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan budidaya ternak dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengintegrasikan pengetahuan tentang genetika, nutrisi, dan reproduksi serta mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi untuk menghasilkan ternak yang memiliki kualitas yang sesuai dengan tujuan pembudidayaan (misalnya; ternak potong, petelur, perah dan indukan);

mampu mengelola peternakan yang berwawasan lingkungan  berdasarkan analisis masalah peternakan dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperhatikan sustainabilitas;

mampu melaksanakan rencana teknis pekerjaan bidang peternakan (seleksi bibit/ bakalan ternak, formulasi ransum sederhana, teknologi reproduksi, tatalaksana pemeliharaan, dan/atau pengolahan pasca panen, pemasaran ternak dan hasil ternak);

mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah peternakan serta menyajikan beberapa alternatif solusi di bidang peternakan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dengan pendekatan saintifik;

mampu mengembangkan kemanfaatan keilmuan peternakan untuk diaplikasikan pada lingkup kehidupan sehari-hari yang bermanfaat bagi masyarakat; dan

mampu mengoptimalkan teknologi informasi dan komunikasi yang relevan untuk meningkatkan produktifitas kerja dan usaha.

KETERAMPILAN UMUM:

mampu menerapkan pemikiran  logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang  memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;

mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;

mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni;

mampu menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;

mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;

mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi serta  evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya;

mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri; dan

mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

3. Bahan Kajian

Kelompok kajian/bidang kajian pada Program Studi Ilmu Peternakan yaitu: (1) ilmu dasar, (2) sistem produksi ternak, (3) manajemen usaha peternakan, serta (4) pengembangan usaha peternakan

4. Struktur Mata Kuliah

Dalam upaya menghasilkan sarjana peternakan yang memiliki profil sebagai Knowledgeable and Skillful Worker (pegawai berpengetahuan dan terampil), sebagai manager (manajer) dan sebagai entrepreneur (wirausahawan) maka disusun struktur kurikulum atas dasar empat bangun kelompok kajian/bidang kajian, yaitu: (1) ilmu dasar, (2) sistem produksi ternak, (3) manajemen usaha peternakan, serta (4) pengembangan usaha peternakan dan tugas akhir/skripsi, sebagaimana digambarkan dalam bentuk piramida di bawah ini.

Berdasarkan kurikulum yang dikembangkan, program sarjana di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran secara rata-rata diproyeksikan selesai dalam delapan semester. Selama enam semester pertama mahasiswa dibekali dengan penguasaan ilmu-ilmu dasar, Ilmu dan sistem produksi ternak, serta managemen usaha peternakan. Pada semester tujuh dan delapan, selain harus menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk skripsi, mahasiswa memperoleh materi kuliah mengenai aspek-aspek pengembangan bisnis termasuk didalamnya kemampuan analisis dalam mengevaluasi bisnis serta pengambilan keputusan investasi.

No. Jenis Mata Kuliah MK Inti & Inst. Umum & Minat (SKS) MK Institusi Pilihan (SKS)
1 MK Pengembangan Kepribadian (MPK) 11 2
2 MK Keilmuan dan Keterampilan (MKK) 54 34
3 MK Keahlian dan Berkarya (MKB) 51 54
4 MK Perilaku Berkarya (MPB) 8
5 MK Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) 7