Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Ratusan Peserta Ikuti Kontes Ayam Pelung UKM KPTU Unpad

Written by admin on October 5, 2009. Posted in Event

Kokok ayam yang bersahut-sahutan membahana di lingkungan kampus Fakultas Peternakan (Fapet) Unpad, Minggu (4/10). Di tengah plaza Fapet juga terdapat ratusan kandang ayam yang diberi nomor. Suasana tersebut tampak saat Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Profesi Ternak Unggas (UKM KPTU) Fapet Unpad bekerjasama dengan Himpunan Peternak Pencinta Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) menyelenggarakan kontes Ayam Pelung.

Sebagai universitas yang bercita-cita menjadi universitas kelas dunia dengan kekhasan budaya Sunda ini, Unpad gencar menyelenggarakan perhelatan budaya dalam rangka menjaga dan melestarikan tradisi leluhur, salah satunya melalui kontes Ayam Pelung ini. Kontes yang memperebutkan Piala Rektor Unpad itu dihadiri oleh Pembantu Dekan III Fapet Unpad, Jajang Gumilar, S.Pt., M.M., Ketua Hippapi, Jamaludin, segenap sivitas akademika Fapet Unpad dan pencinta Ayam Pelung.

Menurut Ketua Panitia, Aan Kusyadi, kontes ini merupakan acara tahunan yang diadakan UKM KPTU Fapet Unpad. Tahun-tahun sebelumnya, piala yang diperebutkan adalah Piala Gubernur Jabar dan Piala Rektor, namun pada penyelenggaraan tahun ini hanya Piala Rektor yang diperebutkan. Dalam kontes ini disediakan 15 pemenang untuk kategori Suara, 3 pemenang kategori Bobot Badan dan 3 pemenang untuk kategori Penampilan.”Kontes Ayam Pelung tahun ini diikuti oleh sekitar 120 peserta dari seluruh Jabar. Mereka kebanyakan berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cianjur dan Garut,” ujar mahasiswa angkatan 2007 ini.

Kontes yang juga dimaksudkan untuk mendorong kecintaan dan perhatian terhadap Ayam Pelung ini mendatangkan juri dari Hippapi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan independensi serta keadilan (fairness) penjurian. Menurut salah satu juri, Memet Muhamad Tohir A.R., dalam kategori Bobot Badan, kriterianya adalah ayam yang memiliki Bobot paling berat dan sehat.

Sementara itu, kriteria untuk kategori suara adalah suara awal harus jelas dan berirama. “Kalau suara tengah, harus panjang dan ada ‘senggol’. ‘Senggolan’ itu harus berada di tengah-tengah kokok ayam,” ujarnya. Sedangkan suara akhir tidak patah. “Keserasian antara suara awal, tengah dan akhir (kokok ayam) harus harmonis dan enak didengar. Sebagai pencinta ayam, pasti akan tahu, mana bagian suara awal tengah dan kahir dan bagaimana suara tersebut menyentuh di hati kita,” lanjut pria yang juga menulis buku Cara Mudah Merawat Ayam Pelung untuk Kontes tersebut.

Untuk kategori penampilan, ayam yang diikutkan dalam kontes ini mencakup tiga bagian umu ayam yaitu bagian kepala, badan dan kaki. Di tiap bagian melingkupi berbagai organ. Bagian kepala misalnya, penampilan mata, hidung, paruh, leher, tembolok, pial dan jengger harus bagus. Khusus untuk jengger, bagian yang ini harus tunggal mengingat ada beberapa jenis ayam yang memiliki jengger seperti bunga. Sementara untuk bagian badan, bulu harus bersih, komposisi warnanya harus enak dilihat dan bulu ekor harus berisi.

Di bagian kaki, penampilan sisik, ekor, kuku, tungkai yang seimbang dan taji juga dinilai. Kesemua bagian tersebut harus serasi dan enak dilihat. Tidak hanya itu, segi kesehatan ayam pun tak luput dari penilaian.

Sumber: http://www.unpad.ac.id/berita/ratusan-peserta-ikuti-kontes-ayam-pelung-ukm-kptu-unpad/

Trackback from your site.

Leave a comment