Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Rektor Unpad: Optimasi Resources, Tapi Jangan Sampai Eksploitasi

Written by bayuns on November 11, 2015. Posted in Pengabdian Masyarakat

Semnas Fapet 7.1 Semnas Fapet 7.2 Semnas Fapet 7.3

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Berbicara peternakan berkelanjutan, bukan hanya sektor penyediaan saja, namun sisi permintaan juga harus dicari solusinya. Demikian pernyataan Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr. saat membuka Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7 dengan tema “Pengembangan Sumber Daya Lokal Dalam Agribisnis Peternakan” yang berlangsung di Bale Sawala, Rabu (11/11).

“Dalam perhitungan normal sekarang, penduduk bumi terus bertambah. Sementara resources sudah tidak memadai. Walaupun kita belum sungguh-sungguh menggali potensi yang ada,” kata Prof. Tri Hanggono.

Ia berharap, yang harus dilakukan adalah optimasi resources, tapi jangan sampai eksploitasi. Karena kalau itu terjadi, berkelanjutannya tidak akan terwujud. “Pola-pola engineering harus terjadi di berbagai sisi. Ini memerlukan kreativitas, inovasi dengan menjaga sungguh-sungguh potensi-potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Sejalan dengan yang diungkapkan Rektor Unpad, Ir. Ali Rahman, M.Si Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengatakan upaya pemerintah dalam mengembangkan ternak di Indonesia merupakan integrasi terpadu yang terkonsentrasi dari sejak hulu, on farm dan hilir.

“Tujuan akhir dari usaha ini adalah menyediakan pangan protein hewani yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional, meningkatkan kemandirian usaha, melestarikan sumberdaya genetik ternak lokal, serta meningkatkan peluang ekspor,” jelas Ali Rahman.

Seminar yang juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. I Wayan Mathius., M.Sc dari Balitnak Kementerian Pertanian menjelaskan mengenai pentingnya sumber pakan alternatif untuk pengembangan agribisnis sapi potong. Menurutnya, penggunaan biomasa bahan pakan alternatif harus disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing lokasi.

Pembahasan dilanjutkan oleh Dr. Ir. Rochadi Tawaf yang juga merupakan staf pengajar Fakultas Peternakan Unpad mengungkapkan dalam paparannya, bahwa daya saing dapat terbentuk melalui produk yang memiliki daya saing, bisnis kondusif, didukung potensi. Sementara untuk strategi penguatan dapat dilakukan dengan kemitraan dan restrukturisasi sistem agribisnis sapi potong.

Acara yang dimoderatori oleh Achmad Firman, S.Pt., M.Si turut menghadirkan Ir. Moch Masro mewakili KPBS Pangalengan yang mengulas mengenai peran sektor swasta dalam pengembangan agribisnis peternakan sapi perah di Jawa Barat.

“Ini ditandai dengan Peran PT UPBS bagi masyarakat yaitu program beasiswa agribisnis sapi perah yang sudah berlangsung dua gelombang bekerjasama dengan VEDCA. Selain itu, mengadakan Program magang atau PKL bagi mahasiswa dan menerima berbagai kunjungan dalam rangka mengedukasi masyarakat,” pungkas Moch Masro. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment