Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Renungan Peran Multi Fungsi Dosen

Written by bayuns on July 24, 2012. Posted in Informasi Umum

Ketika insan dunia bertanya ke isi alam raya siapa patut menyandang tugas mulia, dan lalu dilanjutkan mengapa justru pihak mereka?. Terlepas dari ketetapan takdir Ilahi, yakni di luar para nabi dan rasul, sudah pasti tugas lanjut penerus pencari, penegak, maupun penyebar kebenaran dipertaruhkan kepada sosok mana mereka itu.

Di atas segala kelemahan pemilikan pengetahuan, bukan pula karena eksis disitu, penulis merasa terpanggil untuk mau tak mau mengungkapkannya. Hal tersebut tiada lain agar semua pihak berkepentingan selain menyadari, juga memegang teguh ruang lingkup profesinya.

Tiga strata yang hingga sekarang masih tetap dipertahankan berupa “Tri Dharma Bakti Perguruan Tinggi” jelas menjadi pedoman ketugasan. Kebercimpungan antar pribadi harus mampu  mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat bukanlah suatu beban ringan. Diperlukan waktu persiapan matang sebelum secara aktif berhadapan langsung dengan segala peminat, bahasa kerennya “stake holder”

Teropong kebelahan bumi lainnya peran multifungsi dosen kiranya tidak akan jauh terpulang pada ungkapan terdahulu. Selanjutnya dapat dibayangkan, seandainya sebagian kecil umat tak memiliki penganut di posisi tenaga pengabdi tadi, kecepatan perubahan implementasi ilmu dan  teknologi tentu mengalami kemacetan alias mendek.

Namun begitu, apakah arah terapan nan selama ini berlangsung sudah pada jalur “Bina mulia hukum dan lingkungan hidup” sesungguhnya?. Berapa besar peran multi fungsi dosen di awal ujungnya merupakan bentuk wujud pencari, penegak, maupun penyebar kebenaran kaidah?. Tanggapan murni harapan seluruh pemerhati pendamba adalah ketulusan tanggung jawab, bukan hanya di pundak saja melainkan kepada Sang Khalik!.

Sadar akan beratnya Misi yang tertanam melalui Visi sebagai penerap peran, janganlah sekali-kali direndahkan “KEJUJURAN ILMU dan TEKNOLOGI” sepanjang melakoninya. Timbul pertanyaan sederhana, yaitu “mengapa demikian”?. Marilah kita kaji lebih cermat lagi, bahkan wajib direnungi hingga ke lubuk hati terdalam, bahwa Tuhan Yang Maha Esa saja Pemberi segala-galanya, tidak berkehendak menghancurkan ciptaan-Nya. Terkecuali, sebagian besar umat-Nya sudah lupa diri, termasuk kamu-kami pengedar kebenaran.

Bandung, 21 Juli 2012

Jam : 12.45

Sjafril Darana

NIP : 194304161970111001

Trackback from your site.

Comments (1)

  • ~dQ~
    July 24, 2012 at 11:34 am |

    Inspiratif!

Leave a comment