Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

REUNI PULANG KANDANG & MUBES IKA FAPET UNPAD

Written by admin on December 6, 2010. Posted in Event

oleh Teguh Imaduddin

TTIP- Jatinngor,28 November 2010. Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Profesi Ternak Unggas (KPTU) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran mengadakan kegiatan kontes ayam pelung pada tanggal 28 November 2010. Kegiatan yang dibuka oleh Pembantu Dekan III, Jajang Gumilar. Spt, MM, merupakan kegiatan yang ditujukan sebagai pengenalan serta langkah awal pelestarian ayam pelung yang mana merupakan ayam asli dari Indonesia.

Selain itu pula kontes tersebut juga merupakan salah satu kegiatan yang diadakan setiap tahunnya di Fakultas Peternakan Universitas Padjadajaran semenjak tahun 2001 dan telah mendapatkan kepercayaan dari para peternak ayam pelung. Kegiatan yang merupakan kerjasama antara UKM KPTU dan HIPPAPI (Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia) tesebut digerakkan oleh satu orang koordinator yang merupakan perwakilan dari HIPPAPI, selain itu kegiatan yang dipimpin oleh mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Ki Ageng, dilakukan dengan menimbang pada tiga kategori yaitu kategori bobot badan, kategori suara dan kategori penampilan yang dijurikan oleh lima orang yang berasal dari daerah yang berbeda.

Kegiatan yang diikuti oleh 198 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, menggunakan sistim dua babak yakni babak kualifikasi dan babak final yang dimana didapat sebanyak 45 peternak yang lolos pada babak kualifikasi dan masuk babak final untuk memperebutkan 22 piala yang dibagi pada beberapa kategori yakni: kategori penampilan sebanyak 3 piala, kategori bobot badan sebanyak 3 piala, dan kategori suara sebanyak 15 suara, serta adanya piala bergilir bagi daerah dengan peserta terbanyak yang memenangkan kontes tersebut.

Selain diadakannya kontes, kegiatan tersebut juga diramaikan oleh mini games dan persembahan tarian tradisional serta iringan musik degung yang merupakan salah satu ciri bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan salah satu tujuannya untuk meramaikan serta membudidayakan kebudayaan tradisional yang hingga saat ini telah sedikit terlupakan masyarakat.

“Setelah kegiatan ini dilangsungkan, diharapkan ayam pelung yang ada dapat tetap dilestarikan mengingat kebiasaan masyarakat  saat ini yang melakukan persilangan (perkawinan) secara acak dan tidak menurut pada jenis ayam tersebut sehingga dikhawatirkan ayam pelung yang merupakan ayam asli Indonesia akan punah, selain itu dengan diadakannya kontes ayam pelung ini diharapkan para peternak lebih giat lagi membudidayakan ayam pelung sehingga selain memiliki nilai guna, niai ekonomis dari ayam pelung tersebut juga dapat meningkat” jelas Ki Ageng.

Trackback from your site.

Leave a comment