Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

Sarjana Membangun Desa, Saat Tepat Menjadi Agribisnis Enterpreneurship

Written by admin on May 5, 2010. Posted in Event

[peternakan.unpad.ac.id, 05 Mei 2010] Dari jumlah keseluruhan  sarjana peternakan hanya di bawah 5 persen  saja yang menjadi wirausahawan di bidang peternakan. Sementara yang tersisa yakni 95 persen bekerja bukan di bidang keahliannya. Hal ini menjadi perhatian pemerintah sehingga meluncurkan program Sarjana Membangun Desa (SMD). Program yang dimulai sejak tahun 2009 berupaya memanfaatkan potensi secara maksimal para sarjana di bidang peternakan.

Pembahasan masalah tersebut terungkap seperti yang disampaikan oleh Yudi Guntara, dalam acara “Talk Show Sarjana Membangun Desa, Meningkatkan Profesionalisme Dalam Bisnis Peternakan.” Kegiatan yang digelar di Aula Gedung V Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran ini menghadirkan beberapa pembicara di antaranya: Ir. H. Yudi Guntara (Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia), Ir. Rukmantoro Salim, MM (Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Bidang Sarana dan Prasarana), Cecep Firmansyah, S.Pt., MP (Dosen Sosek Fapet Unpad dan tim seleksi SMD), serta Hafidz, S.Pt (Pengelola Cupu Mandiri / Ketua Asosiasi SMD).

Para sarjana peternakan ini diharapkan mampu sebagai ujung tombak perubahan dalam pembangunan desa. Pernyataan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Dr. Ir. Iwan Setiawan DEA saat memberikan sambutan pada pembukaan acara.

“Sarjana Peternakan sebagai inisiator dalam mendorong kemajuan pembangunan desa, dengan jalan memberi edukasi terhadap kelompok petani peternak,” ujar Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA

Sementara itu Ir. Rukmantoro Salim, MM menjelaskan bahwa pemerintah provinsi Jawa Barat untuk program Sarjana Membangun Desa (SMD) tahun 2010 ini merencanakan sekitar 130 kelompok SMD, dibanding tahun 2009 yaitu 103 kelompok. Peningkatan tersebut ditujukan bagi sarjana peternakan yang berdomisili di daerah atau desa. Jumlah kelompok tadi diikuti oleh bertambahnya komoditas ternak seperti kerbau dan puyuh.

Sejalan dengan agenda yang telah dicanangkan pemerintah, maka Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat berpartisipasi aktif dalam program SMD ini.

“Mulai dari seleksi, membimbing, membuat rencana usaha, pembinaan di lapangan hingga menumbuhkan jiwa wirausaha, kami mewakili perguruan tinggi dalam hal ini Fakultas Peternakan Unpad, menyiapkan sumber daya manusia yakni sarjana peternakan yang kompeten di bidangnya, “ kata Cecep Firmansyah

Dalam prakteknya di lapangan, sarjana peternakan harus mampu menempatkan dirinya sebagai subjek dalam rangka memajukan program pembangunan desa khususnya peternak. Demikian pendapat Hafidz yang bertindak sebagai Pengelola SMD Cupu Mandiri dan Ketua Asosiasi SMD.

Yudi Guntara menambahkan yang terpenting adalah bagaimana mengubah pola pikir dan paradigma peternak menjadi “agribisnis entrepreneurship”. Memanfaatkan dana pemerintah melalui program SMD bagi sarjana peternakan sebagai entrepreneurship dalam bidang peternakan dan membuka akses perbankan untuk pengembangan usaha. (/bayu)

Trackback from your site.

Leave a comment