Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-VIII. "Pengembangan Ternak Lokal Dalam Mencapai Sustainable Development Goals". Tanggal 16 November 2016 | Download Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-7

Sebuah Tulisan Penelitian Harus Aktual dan Original

Written by admin on June 28, 2011. Posted in Event

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id – Penulisan jurnal internasional erat kaitannya dengan penelitian yang dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi. Tahun 2012, direncanakan oleh Fakultas Peternakan Unpad dua buah penelitian yang akan di-publikasikan dalam jurnal yang memiliki index scopus. Setidaknya hal tersebut diharapkan mampu menjadi daya ungkit Unpad di kancah internasional.

Demikian disampaikan oleh Dr. Asep Anang di hadapan 33 peserta perwakilan laboratorium, pada acara “Kiat-kiat Penulisan Publikasi Ilmiah dan Pengajuan HaKI” yang dibuka oleh Pembantu Dekan I Dr. Siti Darodjah Rasad, di Ruang Rapat Senat Gedung I Fakultas Peternakan Unpad, Selasa (28/06).

“Jurnal internasional biasanya di bawah asosiasi. Sebagai contoh misalnya ada Journal of Animal Science dari American Society of Animal Science,” kata Dr. Asep Anang

Ia menegaskan bahwa dalam proses penulisan ada hal penting yang sangat mendasar yakni sebuah tulisan harus novel, aktual serta original.

“Isi tulisan hendaknya mengungkapkan sesuatu yang baru. Artinya belum terpecahkan atau terpikir oleh orang lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut djelaskan dari beragam jurnal internasional yang ada, hendaknya memilih jurnal yang sesuai dengan tulisan yang dibuat. Misalnya untuk pengembangan ilmu ada jurnal Poultry Science, hal-hal yang bersifat praktis terdapat jurnal Applied Poultry Science, serta penelitian di negara berkembang difasilitasi melalui ILRI dan FAO.

“Supaya memudahkan dalam prosesnya, disarankan untuk didampingi oleh ilmuwan dari luar negeri,” tutur Asep Anang.

Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Dr. Asep Anang, pada kesempatan berikutnya Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA  menyatakan kegiatan olah pikir yang tertuang dalam bentuk tulisan sehingga menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna, sebaiknya dilindungi dalam bentuk HaKI (Hak Kekayaan Intelektual).

“Bidang HaKI ini diantaranya hak cipta (copyright), serta kekayaan industri (industrial property rights) yang meliputi paten dan desain industri,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Iwan Setiawan lebih menekankan kepada strategi dan operasional pengajuan paten. Berdasarkan pengalamannya sebagai tim inventor paten,  pada tahap awal setiap peneliti sebaiknya mencoba membandingkan hasil karyanya dengan karya yang sudah ada.

Tahap selanjutnya adalah melakukan penelusuran ke berbagai pusat paten dunia untuk lebih meyakinkan bahwa hasil penelitian kita berbeda dengan yang sudah dipatenkan dan sekaligus sebagai dasar untuk melakukan penulisan deskripsi, klaim, dan abstrak paten. Paten adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi. Invensi ini merupakan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses.

“Dalam sistem HaKI, seseorang bebas mengajukan permohonan hak intelektualnya atau tidak, karena itu merupakan hak ekslusif. Permohonan paten dapat diwakilkan melalui surat kuasa khusus atau surat pengalihan hak. Agar tulisan bahan pengajuan paten para peneliti cepat terwujud, saya menyediakan waktu untuk mendampingi para peneliti membuat draft paten secara terstruktur,” pungkasnya. (BNS/IS)

Trackback from your site.

Leave a comment