Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Seminar Internasional Canadian Livestock Genetics: Teknologi Embrio Transfer, Solusi Alternatif Bibit Sapi Perah Berkualitas

Written by admin on October 19, 2010. Posted in Event

[peternakan.unpad.ac.id, 19 Oktober 2010] Di negara maju khususnya Kanada, penyediaan bibit ternak terutama hewan sapi dilakukan salah satunya dengan jalan teknologi embrio transfer (ET). Hal tersebut dijelaskan oleh Dr. Kit Shum pada Seminar Internasional Canadian Livestock Genetics yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Kedutaan Besar Kanada, Senin (18/10) bertempat di Ruang Serba Guna Rektorat (RSG) Gedung 2 lantai 4 Universitas Padjadjaran.

Menurut Dr. Kit Shum teknologi ET ini dapat diandalkan dalam pengadaan bibit yang baik serta berkualitas. ET adalah embrio dari sapi betina unggulan yang selanjutnya ditransfer pada sapi betina yang lain.  Ditambahkannya pula bahwa langkah berikutnya dalam pengembangan genetika sapi yaitu identifikasi, lokasi ternak, silsilah atau registrasi, pengukuran, uji keturunan, evaluasi, DNA/Genomik. Pada tahun 2008, berdasarkan Data Statistik Kanada tercatat 978.400 ribu ekor sapi perah dengan rata-rata produksi susu mencapai 9.642 kilogram. Total populasi 33 juta, produksi susu 78 HML, serta produksi daging 1.6 juta ton.

Selain itu Dr. Kit Shum yang juga perwakilan Hoken Agritech International mengungkapkan semua pihak yang mempunyai kepentingan bekerja sama untuk mempertahankan daya saing yang tinggi. Pihak-pihak tersebut antara lain: organisasi-organisasi peternak hewan Kanada, pengembangan dan pembibitan, serta pemerintah yang mendukung berbagai penelitian dari para ilmuwan.

Selesai dengan pemaparan Dr. Kit Shum dilanjutkan dengan Robert Lang yang hadir mewakili Asosiasi Genetika Ternak Kanada (Canadian Livestock Genetic Association) mengatakan bahwa orang-orang tidak dapat membeli harga dari sebuah performa (kinerja).

“Yang dapat kita kerjakan adalah melakukan manajemen pengelolaan dengan pengaruh sebesar 62 persen. Sementara sisanya adalah sentuhan genetik. Melihat fakta tersebut genetika bukan satu-satunya hal yang utama. Diperlukan pendekatan lain seperti pemanfaatan pakan hijauan yang harus tersedia dengan baik dalam memenuhi keseimbangan nutrisi ternak,” kata Robert Lang

Seminar Internasional ini juga menghadirkan para pembicara lainnya seperti Marty Philiipi (Jay-Lor Canada), Llyd Wicks (Grasshill Farm Ltd), serta Dr. Agr. Ir. Siti Darodjah Rasad MS (Fakultas Peternakan Unpad).

Sementara itu Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Dr. Ir. Iwan Setiawan, DEA mengatakan bahwa teknik yang dilakukan oleh Kanada merupakan hal yang baik untuk dikembangkan oleh para peternak di Indonesia sebagaimana China.

“China telah berhasil menghasilkan sapi perah berkualitas menggunakan teknik Transfer Embrio dengan bibit sapi asal Kanada. Setidaknya hal tersebut harus menjadi cermin oleh para peternak di Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu industri sapi perah guna mengatasi rendahnya kualitas sapi potong dan susu segar yang dihasilkan,” kata Dr. Iwan Setiawan

Seminar yang dibuka oleh Pembantu Rektor I Unpad Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti ini turut dihadiri pula oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Canada Richard Bale (Senior Trade Commisioner Embasy Canada) serta Dr. Endang Romzali dari Kasubdit Pemuliaan Ternak Direktorat Perbibitan. Acara ini bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) serta Canadian Livestock Genetics Association (CLGA). (/bayu)

Trackback from your site.

Leave a comment