Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Tanamkan Optimisme, Peternakan Indonesia Siap Hadapi AFTA 2015

Written by bayuns on November 10, 2014. Posted in Event

Afta Peternakan

[Unpad.ac.id, 8/11/2014] Dalam menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2015 mendatang, sekarang sudah bukan waktunya lagi bertanya “apakah kita siap?” bukan pula berbicara “kita harus siap”, tetapi seharusnya menyatakan “kita sudah siap”. AFTA semestinya menjadi hal yang menguntungkan apabila kita siap mengantisipasi segala tantangannya.

Hal tersebut disampaikan Manajer HR KPBS Pangalengan, Andri Noviandi, S.Pt.,saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Keprofesian Peternakan ke-6 “Menatap Peternakan Indonesia menghadapi AFTA 2014”. Acara tersebut digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiwa Fakultas Peternakan (Fapet) Unpad di Aula Gedung 5 Fapet Unpad, Sabtu (8/11).

Pada AFTA, aliran perdagangan barang dan jasa, ivestasi, serta tenaga kerja antara negara ASEAN tidak ada lagi hambatannya, termasuk dalam bidang peternakan. Menurut Andri, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah mengubah mindset konsumtif menjadi produktif sehingga kita bisa mengurangi pengeluaran dan memperbesar pemasukan bagi negara kita.

Andri menyebutkan, kebanyakan masyarakat Indonesia masih berbudaya konsumtif. Hal tersebut bukanlah menjadi keuntungan bagi Indonesia. Berdasarkan data, 40% penduduk ASEAN merupakan penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia memiliki potensi pasar terbesar dibandingkan dengan negara ASEAN lain. Masyarakat Indonesia seharusnya jangan hanya menjadi konsumen, melainkan turun aktif berperan dalam kegiatan produksi dan distribusi.

Dalam beberapa hal, Indonesia kalah bila dibandingkan dengan negara lain. “Tetapi kita tidak boleh merendah diri, kita harus punya motivasi diri,” ujar Andri.

Andri menegaskan, Indonesia janganlah menjadi negara yang hanya menang dari luas negara yang begitu besar, jumlah penduduk yang banyak, dan sumber daya melimpah. Beberapa hal yang penting kita lakukan, adalah meningkatkan daya saing, mutu, dan sumber daya manusia.

“Kalau SDM tidak ada keinginan untuk berkembang dan meningkatkan diri, nanti kita hanya jadi pemerhati saja. Harusnya kita menjadi pelaku dari kemajuan yang terjadi,” ujar Andri. Ia menegaskan bahwa kunci dari kemajuan bangsa bukan karena kekayaan alamnya, melainkan SDM yang ada di dalamnya.

Dari segi kualitas produk, hal penting untuk dilakukan adalah meningkatkan competitiveness produk. Hal tersebut akan meningkatkan ketertarikan konsumen akan produk yang kita hasilkan dengan kualitas terjamin dan harga yang terjangkau.

Selain itu, penting juga mengubah mindset pegawai menjadi pengusaha. “Sehingga diharapkan akan muncul pengusaha-pengusaha baru yang dapat menciptakan lapangan kerja dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secara mandiri,” ujar Andri.

Selain Andri, seminar yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru Fapet Unpad serta sejumlah mahasiswa dari Universitas Djuanda Bogor dan Politeknik Negeri Subang ini mengundang sebagai pembicara Ir. Nenny Fasyaini dari Dinas Peternakan Jawa Barat dan Slamet Wuryadi dari CV. Slamet Quail Farm.*

Sumber: http://www.unpad.ac.id/2014/11/tanamkan-optimisme-peternakan-indonesia-siap-hadapi-afta-2015/

Trackback from your site.

Leave a comment