Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Tinjauan Rektor Unpad ke Fasilitas Praktikum dan Penelitian Fakultas Peternakan

Written by bayuns on July 4, 2017. Posted in Event

  

JATINANGOR, peternakan.unpad.ac.id –  Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad,  melakukan tinjauan ke fasilitas praktikum dan penelitian Fakultas Peternakan yang berlokasi di Ciparanje Desa Cileles Jatinangor, Selasa (04/07/2017). Dalam kegiatan tersebut Rektor Unpad menyampaikan beberapa hal diantaranya terkait desain perencanaan, teknologi, lingkungan, kepentingan akademik serta produk unggulan.

“Tahun ini desain perencanaan kita rancang seperti apa, kemudian untuk tahun depannya berdasarkan apa yang sudah kita miliki sekarang,” kata Rektor.

Rektor menjelaskan, untuk masalah teknologi diharapkan Fakultas Peternakan dapat lebih erat lagi menjalin kerjasama dengan Fakultas Teknologi Pertanian. “Berbicara teknologi pengolahan limbah, energi dan lainnya sebaiknya ngobrol sama orang teknologi,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan pola ilmiah pokok tentang environment, seharusnya menjadi unggulan. “Sebaiknya ditinjau kembali, lokasi terbaiknya dimana serta kepentingan akademiknya seperti apa? Saya pikir mestinya kalau pengolahan limbah harus jadi prioritas,” ungkap Rektor.

Terkait penanganan limbah peternakan, Dr. Eulis Tanti Marlina menyatakan harapannya tentang laboratorium pengolahan untuk proses pembelajaran membutuhkan tempat terintegrasi dan representatif. Sehingga setiap kandang dapat mengirimkan limbahnya ke lokasi tersebut.

“Tempat pengolahan limbah ini sangat menghawatirkan. Tapi kami sudah mengembangkan produk limbah menjadi sumber nutrisi untuk ternak,” ujarnya.

Kemudian, Dr. Herry Supratman memaparkan mengenai pembuatan pakan komersial yang layak untuk diproduksi mulai dari domba dan sapi. Pakan tersebut tidak membutuhkan teknologi yang luar biasa. Dirancang dengan pola tidak usah ‘ngarit’, namun dapat menggemukan hewan ternak menggunakan pola pengawetan. (BNS)

Trackback from your site.

Leave a comment