Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-9 dan Workshop Fakultas Peternakan Unpad. Diselenggarakan Pada Tanggal 15-16 November 2017 bertempat di Bale Sawala dan Aula Fapet Unpad.

Unpad Akan Bangun Tempat Pengolahan Sampah Modern

Written by admin on January 21, 2011. Posted in Informasi Umum

Laporan oleh: Hera Khaerani

[Unpad.ac.id,20/01/2011] Pernahkah Anda bertanya-tanya ke mana perginya semua sampah sisa makanan, sampah plastik, kertas tak terpakai, dan semua jenis sampah lainnya yang Anda buang di kampus Unpad baik di Dipati Ukur maupun Jatinangor? Setelah ditampung di tempat sampah yang tersedia, semua sampah itu diangkut ke tempat pembuangan sementara yang letaknya di kampus Unpad Jatinangor.

Meski sebagian tempat sampah umumnya ditandai dengan tulisan organik dan anorganik, toh pada akhirnya semua sampah akan tercampur di TPS itu. Selain berdampak buruk pada lingkungan, sistem yang ada itu membuat nilai sampah tidak termanfaatkan dengan baik.

Lalu ada pula persoalan kapasitas. Sesuai dengan namanya, tempat tersebut hanya bersifat sementara. Karena tidak cukup luas, selanjutnya dengan bantuan Pemda Sumedang sampah yang ditimbun di sana diangkut dari TPS menuju tempat pembuangan akhir milik Pemda.

Kondisi seperti ini sebetulnya sangat mengkhawatirkan. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan pengembangan penelitian di perguruan tinggi, pengelolaan sampah yang sebetulnya bernilai ekonomi dan ekologi justru masih dikelola secara konvensional.

Sekalipun ada beberapa fakultas yang sudah memulai memanfaatkan sampah untuk bahan baku biogas, kompos, dan sebagainya, menurut Kepala Biro Administrasi Umum, Drs. Lili Permadi., M.Si., semua itu belum terintegrasi dengan baik. Maka dari itu, usai presentasi Gedung Rektorat di Jatinangor Rabu (19/1) kemarin, dilakukan pembahasan terkait pengelolaan sampah di Unpad.

“Komitmen kami adalah pada 2011 ini sudah ada pengelolaan sampah secara modern dan profesional sehingga sampah yang dihasilkan oleh Unpad baik di kampus Dipati Ukur maupun Jatinangor tidak lagi menjadi masalah,” ungkat Lili.
Lebih lanjut ia mengungkapkan optimisme bahwa rencana itu akan berjalan sesuai harapan karena di Unpad ada banyak pakar yang bisa mengelola sampah dengan bantuan teknologi yang ramah lingkungan. “Tentu pelaksanaannya nanti melibatkan fakultas yang relevan dengan pengelolaan sampah, misalnya Fakultas Peternakan, Pertanian, MIPA, dan sebagainya,” sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan tim khusus untuk pengelolaan sampah di Unpad direncanakan selesai Januari ini. Tim tersebut akan bertanggung jawab untuk membahas teknologi yang akan digunakan, alokasi pemanfaatan sampah, lokasi tempat pengolahan sampah, juga termasuk manajemennya.

Lili yang ditanyai tentang mengapa rencana pengelolaan sampah di kampus baru mulai dijalankan sekarang menjelaskan, “Semuanya berproses dan tanpa dukungan dari civitas academica semua tidak akan seperti ini. Tapi komitmen kami dari universitas tentu saja harus terus menjadi lebih baik.” (eh)*

Sumber: http://www.unpad.ac.id/archives/38810

Trackback from your site.

Leave a comment