SUMEDANG — Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program “UNPAD BERDAMPAK”. Melalui Fakultas Peternakan, Unpad menerapkan teknologi tepat guna Urea Molases Mineral Blok (UMMB) berbasis leguminosa bagi peternak domba di Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan skema Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) tersebut mengusung tema “Penerapan Teknologi Tepat Guna UMMB Leguminosa pada Peternakan Domba Desa Cikondang Tahun 2026”. Kegiatan dipimpin oleh Dr. Ir. Urip Rosani, S.Pt., M.Si., beserta Tim Pelaksana yang terdiri dari Dosen, PLP dan Mahasiswa pada Depertemen Nutrisi Ternak dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Kegiatan PPM ini dilaksanakan bekerja sama dengan Masyarakat Peternak Domba serta pemerintah Desa Cikondang yang saat ini dipimpin oleh Kepala Desa Cikondang Indra Ginanjar.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam pengelolaan pakan sekaligus mendorong produktivitas usaha peternakan domba. Teknologi UMMB berbasis leguminosa dipilih karena dapat menjadi salah satu alternatif pakan pelengkap yang memanfaatkan sumber daya lokal, sekaligus memperkenalkan inovasi hasil penelitian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembekalan teori pada 29 Juli 2026. Sejumlah dosen Fakultas Peternakan Unpad hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta Peternak Domba Desa Cikondang.Dekan Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ir. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si., IPM menyampaikan sambutan tentang pentingnya pemanfaatan teknologi pada peternakan rakyat. Prof. Dr. Ir. Iman Hernaman, M.Si., IPU menyampaikan materi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada peternakan domba. Materi nutrisi dan bahan pakan domba disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Ujang Hidayat Tanuwiria, sedangkan Ir. Atun Budiman, M.Si. memberikan materi mengenai UMMB untuk domba. Sementara itu, Dr. Iin Susilawati, S.Pt., M.P. menyampaikan materi mengenai pemanfaatan pelet leguminosa

Gambar 1. Peserta dan Tim Fapet Unpad pada kegiatan PPM di Desa Cikondang
Pembekalan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik pada 31 Juli 2026. Peserta secara langsung mempraktikkan pembuatan UMMB leguminosa berbasis daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus) dengan bimbingan Dr. Ir. Urip Rosani, S.Pt., M.Si.

Gambar 2. Praktek Pembuatan UMMB
Melalui praktik tersebut, peternak diperkenalkan pada proses pembuatan pakan pelengkap yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi bahan pakan lokal. Pendekatan praktik secara langsung diharapkan membuat teknologi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kegiatan peternakan sehari-hari.
Salah satu keunggulan kegiatan PPM ini adalah teknologi yang diperkenalkan merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad yang telah dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks Scopus Q3. Penelitian tersebut dilakukan oleh Tahta Ersi Pramadani (Mahsiswa S1), Urip Rosani, Rahmad Fani Ramadhan, dan Dian Eka Darmayani (Mahasiswa S2) dengan judul “Physical characteristics and consumption duration of urea molasses mineral blocks enriched with red calliandra (Calliandra calothyrsus) leaves”. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Advances in Animal and Veterinary Sciences, Tahun 2026, Volume 14 Nomor 7, halaman 1492–1495.
Pengembangan peternakan domba juga memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal dapat mendukung sistem produksi peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Karena itu, kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Goal 1 Tanpa Kemiskinan, Goal 2 Tanpa Kelaparan, dan Goal 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.Program UNPAD BERDAMPAK di Desa Cikondang menjadi gambaran bahwa perguruan tinggi dapat memainkan peran strategis dalam menjembatani riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat. Dari hasil penelitian di kampus, teknologi kemudian diterapkan di lapangan untuk menjawab persoalan nyata peternak. Dari kampus untuk masyarakat, dari hasil riset menjadi teknologi, dan dari teknologi menjadi dampak nyata — inilah semangat “UNPAD BERDAMPAK”.
