Pengembangan Rantai Nilai Peternakan
Mengembangkan sistem peternakan yang terintegrasi melalui pendekatan rantai nilai, kewirausahaan, ekonomi, dan pengelolaan bisnis untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh pelaku sektor peternakan.
Melihat peternakan sebagai sebuah ekosistem.
Pengembangan Rantai Nilai Peternakan memandang sektor peternakan bukan sebagai kegiatan produksi yang berdiri sendiri, tetapi sebagai sebuah sistem yang terdiri dari berbagai aktor, proses, sumber daya, dan pasar.
Pendekatan rantai nilai digunakan untuk memahami bagaimana nilai diciptakan, ditingkatkan, didistribusikan, dan diterima oleh berbagai pihak dalam ekosistem peternakan.
Setiap tahap menciptakan nilai.
Pengembangan sektor peternakan membutuhkan keterhubungan antarproses agar nilai produk dapat terus meningkat dari hulu hingga hilir.
Input & Produksi
Sumber daya, ternak, pakan, dan produksi.
Pengolahan
Transformasi produk menjadi nilai tambah.
Distribusi
Menghubungkan produk dengan pasar.
Pasar
Memahami kebutuhan dan perilaku pasar.
Konsumen
Produk berkualitas dan bernilai bagi konsumen.
Menghubungkan peternakan dengan ekonomi.
Pengembangan rantai nilai membutuhkan pemahaman terhadap aspek ekonomi, manajemen, bisnis, kelembagaan, kebijakan, serta dinamika pasar.
Ekonomi Peternakan
Menganalisis efisiensi, biaya, harga, dan nilai ekonomi dalam sistem peternakan.
Bisnis & Kewirausahaan
Mengembangkan model bisnis dan jiwa kewirausahaan di sektor peternakan.
Manajemen
Mengelola sumber daya, organisasi, dan proses bisnis peternakan.
Kebijakan & Kelembagaan
Memahami peran kebijakan dan kelembagaan dalam pengembangan sektor.
Riset yang memperkuat ekosistem peternakan.
Penelitian diarahkan untuk memahami berbagai persoalan dan peluang dalam rantai nilai peternakan.
Analisis Rantai Nilai
Mengidentifikasi proses, aktor, dan penciptaan nilai sepanjang rantai pasok.
Agribisnis Peternakan
Pengembangan sistem bisnis dan agribisnis peternakan.
Kewirausahaan
Pengembangan model usaha, inovasi, dan entrepreneurship.
Pemasaran Produk Peternakan
Memahami pasar, konsumen, branding, dan strategi pemasaran.
Kelembagaan Peternakan
Penguatan hubungan dan kolaborasi antar pelaku sektor peternakan.
Kebijakan Peternakan
Kajian kebijakan dan regulasi untuk mendukung pembangunan peternakan.
Menghubungkan berbagai pelaku.
Rantai nilai yang kuat membutuhkan kolaborasi antaraktor dari berbagai sektor dan skala.
Peternak
Penggerak utama produksi dan sumber nilai pada tingkat hulu.
Industri
Mengolah dan meningkatkan nilai tambah produk peternakan.
Pasar & Konsumen
Menentukan kebutuhan, preferensi, dan arah perkembangan produk.
Pemerintah
Menyediakan regulasi, kebijakan, dan lingkungan usaha.
Akademisi
Menghasilkan pengetahuan, riset, dan inovasi.
Masyarakat
Menjadi bagian dari ekosistem sosial dan ekonomi peternakan.
Dari peternakan menuju dunia bisnis dan pembangunan.
Kompetensi pengembangan rantai nilai dapat diterapkan dalam berbagai bidang profesional.
Agribusiness
Entrepreneurship
Supply Chain
Marketing
Business Development
Government & Policy
Consultant
Research & Development
From Farm to Value.
Pengembangan Rantai Nilai Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
