Feses sapi perah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai bahan bernilai guna. Tim peneliti Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran mengkaji pemanfaatannya dalam pembuatan EcoBlock, berupa bata tanah liat tanpa bakar (unfired clay brick). Pendekatan ini ditujukan untuk mengeksplorasi penggunaan kembali residu peternakan sekaligus menghindari tahap pembakaran pada proses produksi bata.
Penelitian ini merupakan bagian dari Riset Kompetensi Dosen Unpad (RKDU) 2026 berjudul “Pendekatan Circular Bioeconomy pada Pemanfaatan Feses Sapi Perah untuk Produksi EcoBlock dan Briket Ramah Lingkungan. Artikel ini secara khusus membahas perkembangan substudi EcoBlock yang dilaporkan hingga Agustus 2026.
Rasio tanah liat dan feses sapi perah
Pencetakan dan pengeringan tanpa pembakaran
Hasil uji durabilitas pendahuluan pada formula 80:20
Menguji Empat Formulasi Campuran
Pada tahap screening awal, tim membandingkan empat komposisi tanah liat dan feses sapi perah untuk melihat kecenderungan karakteristik produk.
| Formulasi | Tanah liat | Feses sapi perah | Retensi massa pendahuluan |
|---|---|---|---|
| A | 80% | 20% | 98,09% |
| B | 70% | 30% | 97,60% |
| C | 60% | 40% | 96,40% |
| D | 50% | 50% | 95,37% |
Dari Persiapan Bahan hingga Pengujian Awal
Bahan utama yang dicatat dalam laporan adalah tanah liat latosol dan feses sapi perah. Tahapan proses yang dijelaskan dalam laporan meliputi pencampuran bahan hingga homogen, penambahan air secara bertahap, pembentukan adonan, pencetakan dan pemadatan, curing awal, serta pengeringan tanpa pembakaran.
Data awal yang tersedia mencakup berat adonan awal dan berat akhir, dimensi produk, serta massa spesimen sebelum dan sesudah uji durabilitas. Retensi massa dihitung dengan membandingkan massa setelah pengujian terhadap massa sebelum pengujian.
Parameter yang sudah dilaporkan
- Berat adonan awal dan berat akhir
- Dimensi akhir yang tercatat
- Massa spesimen sebelum dan sesudah uji
- Durabilitas berbasis retensi massa
Pengujian lanjutan yang masih diperlukan
Laporan mencatat bahwa kadar air, pH, densitas, daya serap air, kuat tekan, penyusutan dimensi yang terukur berpasangan, dan pengujian fisik-mekanik lain belum tersedia secara lengkap pada tahap ini.
Formula 80:20 Menunjukkan Retensi Massa Tertinggi
Dalam uji pendahuluan yang dilaporkan, formulasi dengan 80% tanah liat dan 20% feses sapi perah mencatat retensi massa tertinggi, yaitu 98,09%. Nilai tersebut diikuti formulasi 70:30 sebesar 97,60%, 60:40 sebesar 96,40%, dan 50:50 sebesar 95,37%.
Secara keseluruhan, nilai retensi massa pada empat formulasi berada di atas 95%. Selisih antara formulasi 80:20 dan 50:50 mencapai 2,72 poin persentase. Data awal ini menunjukkan kecenderungan penurunan retensi massa ketika proporsi feses meningkat, tetapi belum cukup untuk menetapkan formula terbaik secara final.
Galeri EcoBlock

Tanah liat dan feses sapi perah.
Persiapan formulasi campuran.

Pembentukan bata tanpa pembakaran.

Contoh produk hasil proses awal.

Dokumentasi pengamatan awal.
Pengamatan massa sebelum dan sesudah uji.
Tim Peneliti
Pengembangan EcoBlock merupakan bagian dari riset RKDU 2026 tentang pemanfaatan feses sapi perah untuk produksi EcoBlock dan briket ramah lingkungan.
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran
School of Industrial Technology, Universiti Sains Malaysia
Laporan RKDU juga menyebut keterlibatan empat mahasiswa S1; nama mahasiswa tidak dicantumkan di bagian ini karena tidak tersedia pada daftar tim pengusul.
Keterkaitan dengan SDGs
SDG 12 — Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Target 12.5: pengurangan timbulan limbah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali.
Penelitian mengeksplorasi penggunaan feses sapi perah sebagai bahan campuran EcoBlock. Bukti kegiatan yang dapat ditampilkan adalah dokumentasi proses, empat formulasi yang diuji, serta catatan massa bahan yang benar-benar digunakan jika tersedia.
Status kontribusi: relevansi kegiatan dapat dijelaskan; jumlah limbah yang dialihkan dari pembuangan belum dapat dihitung dari data yang tersedia.
SDG 9 — Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Pengembangan prototipe dan pengujian formulasi merupakan aktivitas penelitian dan inovasi. Bukti yang tersedia dalam laporan adalah empat formulasi awal serta data durabilitas pendahuluan.
Status kontribusi: menunjukkan proses pengembangan inovasi; belum membuktikan kesiapan komersial atau kelayakan sebagai bahan bangunan.
Informasi Penelitian
| Judul riset induk | Pendekatan Circular Bioeconomy pada Pemanfaatan Feses Sapi Perah untuk Produksi EcoBlock dan Briket Ramah Lingkungan |
|---|---|
| Program | Riset Kompetensi Dosen Unpad (RKDU) 2026, tahun ke-1 |
| Substudi pada berita ini | EcoBlock berupa bata tanah liat tanpa bakar berbasis feses sapi perah |
| Bidang riset | Ilmu Peternakan dan Lingkungan |
| Unit | Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran |
| Periode laporan | Agustus 2026 |
| Status hasil | Screening pendahuluan; memerlukan replikasi dan pengujian lanjutan |
