Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Fapet Unpad) berupaya memperkuat rekognisi global melalui Workshop Internasionalisasi Riset. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari, tanggal 9 dan 10 Desember 2024 di Amphiteather Gedung 4 Fapet Unpad secara hibrida dan didukung oleh Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka tahun anggaran 2024 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi. Selain dosen, mahasiswa yang tertarik dengan riset, keterlibatan dalam riset kolaborasi internasional, dan peluang karir juga ikut serta menjadi peserta. Peneliti dari Pusat Riset Zoologi Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Isyana Khaerunnisa dan Dr. Ahmad Furqon, serta Chief Supply Chain Officer Hallen Australasian Livestock Traders Pty Ltd, Australia, Ir. Yudhistira Pratama S. diundang menjadi narasumber pada kegiatan ini. Masing-masing narasumber berpengalaman menjajaki kolaborasi internasional antar institusi dalam dan luar negeri. Kegiatan ini membuka peluang kerjasama untuk peningkatan skor keseluruhan IKU Program Studi Sarjana Peternakan. Acara dimoderatori oleh Dicky Tri Utama, Ph.D. yang menyatakan bahwa keterlibatan mitra meningkatkan potensi diterimanya ajuan proposal, program nantinya berdampak nyata dan rekognisi global yang diharapkan dapat terwujud.
Dr. Isyana Khaerunnisa menyampaiakan materi tentang peluang riset transkriptomik pada ternak lokal dan mengenalkan program-program hibah riset kolaborasi internasional yang dikelola oleh BRIN. “Transkriptomik merupakan pendekatan terkini untuk mengeksplorasi potensi sumberdaya genetik ternak di Indonesia dan kajian tersebut juga dilakukan oleh peneliti-peneliti di instansi luar negeri sehingga dapat menarik minat mereka untuk mengajukan proposal riset kolaborasi. Namun, etika riset dan kepemilikan data harus diperhatikan demi menjaga kelestarian sumberdaya genetik ternak lokal” ungkapnya. Selain kajian transkriptomik, pendekatan metagenomik juga sedang menjadi tren untuk mengeksplorasi mikroorganisme yang berpotensi dapat dimanfaatkan untuk penguatan industri peternakan dari hulu hingga hilir. Dr. Ahmad Furqon menyampaikan bahwa masih banyak mikroorganisme potensial yang dapat dieksplorasi mulai dari yang dapat diisolasi dari ternak dan dari lingkungan ekstrim. “Kajian metagenomik dapat membuka peluang kerjasama antar peneliti dari dalam dan luar negeri” ungkapnya. Kedua narasumber melibatkan dosen Fapet Unpad dalam riset kolaborasi untuk mengkaji potensi sumberdaya ternak lokal dan mikroorganismenya melalui program yang dikelola oleh BRIN dan mengundang seluruh dosen dan mahasiswa untuk mengikuti program-program yang dikelola oleh BRIN seperti berbagai skema pendanaan riset dan manajemen talenta.
Ir. Yudhistira, praktisi dari mitra industri yang bergerak dalam penyediaan sapi potong dari Australia, Halleen Australasian Livestock Traders Pty Ltd menyampaikan bahwa potensi kajian terkait perilaku konsumen, logistik dan kesejahteraan hewan (animal welfare) sangat dibutuhkan untuk menghasilkan informasi dan kekayaan intelektual yang dapat digunakan oleh industri sapi potong. Riset, inovasi dan pengajaran di bidang animal welfare merupakan ciri khas Fapet Unpad dan dapat dijadikan keunggulan agar direkognisi secara global. Pendanaan dapat diperoleh melalui skema-skema dari intansi dalam dan luar negeri.
Dua peneliti BRIN juga mengunjungi Laboratorium Riset dan Pengujian Bioteknologi, Fapet Unpad yang merupakan bagian dari s-Lite Park, fasilitas terintegrasi yang mendukung kegiatan tridharma di Fapet Unpad. Dr. Ahmad Furqon manyampaikan bahwa fasilitas laboratorium sangat penting untuk mendukung kajian transkriptomik dan metagenomik dan Laboratorium Riset dan Pengujian Bioteknologi sudah memiliki beberapa fasilitas yang mendukung kajian dasar dan terapan. “Kolaborasi diharapkan dapat membuka akses penggunaan layanan pengujian baik di Fapet Unpad maupun di BRIN dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak” ungkap Dr. Isyana. (dtu)
